maknai Hakikat Penciptaan Manusia

maknai Hakikat Penciptaan Manusia

1. Berkaca pada penciptaan diri sendiri
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? (QS : Ar Ruum ayat 8).
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS : Adz Dzaariyaat ayat 20-21).
2. Hakikat diciptakannya manusia
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS : Adz Dzaariyaat ayat 56).
Manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala semata-mata untuk mengabdi kepada-Nya, salah satu cara penghambaan seseorang kepada Rabbnya yaitu dengan melihat proses penciptaan dirinya sendiri sebagai bahan renungan dalam hidupnya, kenapa demikian?
Karena seseorang tidak akan pernah kuasa untuk bisa hadir di dunia dengan kehendaknya sendiri, bahkan ia juga tidak kuasa untuk bisa menghadirkan seorang bayi yang lucu, imut, mungil lagi menggemaskan dan menentukan anak laki-laki atau perempuan untuk menjadi anaknya, karena hakikat penciptaan pada dasarnya terjadi dengan izin Allah Ta’ala.
3. Allah pencipta segala sesuatu
Katakanlah (wahai Muhammad):
“Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka Patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, Padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS : Ar Ra’d ayat 16)
Ditambahkan di dalam surat Az Zumar ayat 62.
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”
4. Manusia diciptakan dari air
dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah[[1]] dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. (QS : Al Furqaan ayat 54)
5. Manusia diciptakan dari (air) mani
Dia telah menciptakan manusia dari mani. (QS : An Nahl ayat 4)
6. Manusia diciptakan dari tanah liat kering (lumpur)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
“Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS : Al Hijr ayat 28)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. (QS : Ar Rahmaan ayat 14)
7. Rentetan proses penciptaan manusia
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (QS : Ghafir ayat 67)
8. Semua jenis hewan diciptakan dari air
dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS : An Nuur ayat 45)
Jika seseorang mau belajar dalam memahami ayat-ayat Allah Ta’ala seraya mentadabburinya dengan sebenar-benar pemahaman akan segala penciptaan, tiada lain untuk beribadah kepada sang maha pencipta.
Proses kehidupan adalah sebuah rangkaian ibadah menuju kebahagian dunia dan akherat, kalau makan dan minum saja bisa menjadi ibadah jika diniatkan semata-mata karena Allah Ta’ala, apalagi dengan niat seseorang yang hendak menegakkan agama Allah Ta’ala dan mengikuti sunnah Rasulullah dalam perkataan dan perbuatan.
Hal ini adalah perbuatan mulia apalagi jika tujuannya bukan mengharap materi duniawi, akan terasa berat bagi orang-orang musyrik untuk menerima ajakan bertauhid sebaimana dijelaskan di dalam surat Asy Syuura ayat 13.
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu:
Tegakkanlah agama[[2]] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

[1]. Mushaharah artinya hubungan kekeluargaan yang berasal dari perkawinan, seperti menantu, ipar, mertua dan sebagainya.
[2]. Yang dimaksud: agama di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta mentaati segala perintah dan larangan-Nya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s