Nuzulul Qur’an ala Rasulullah

Nuzulul Qur’an ala Rasulullah
Posted: Agustus 26, 2010 in catatan agama, ramadhan
Tag:kisah, kisah religi, marhaban ya ramadhan, nasehat, nuzulul quran, puasa, ramadhan, rasulullah, Renungan 23
melihat lebih dekat nuzulul Qur’an ala rasulullah

tadi selepas pulang dari kampus karena waktu asar juga sudah tiba saya sempatkan sebentar untuk mampir sholat asar di masjid pinggir jalanan. ketika masuk garbang masjid yang bagus nan megah itu terlihat sebuah panggung lengkap dengan kursinya. di background latar belakangnya tertulis sebait tulisan yang kurang lebih intinya ” menyambut nuzulul Qur’an” yang katanya jatuh pada 17 ramadhan hari ini.

ini hanyalah satu dari berbagai macam cara umat islam mengekspresikan diturunkannya Al Qur’an dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia yang kita pijak ini melalui perantaranya malaikat jibril kepada nabi besar kita muhammad SAW. kebanyakan di antara kita menyambutnya dengan banyak-banyak menbaca al-Qur’an tapi ternyata ada juga yang menyambutnya dengan mengadakan pengajian dengan tema nuzulul Qur’an, qasidah, anasyid dan lain sebagainya.

terus seperti apa ya rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama’ terdahulu menyambut datangnya moment isatimewa ini??

menurut penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu `anhu rasulullah setiap malam di bulan ramadhan beliau senantiasa di temani malaikat jibril dan membaca Al Qur’an bersamanya

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.”

(Riwayat Al Bukhari)

nggak cukup hanya dengan membaca Al Qur’an bersama malaikat jibril, belliau juga merasa perlu untuk membaca Al Qur’an dalam shalat-shalatnya. ada cerita menarik ketika salah seorang sahabat Huzaifah radhiallahu `anhu ikut shalat tarawih bersama Rasulullah SAW.

“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir.

Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. .. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.”

(Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

seperti inilah cara Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur’an pada bulan ramadhan. beliau membaca penuh dengan penghayatan akan makna yang terkandung di dalamnya sampai-sampai pada satu raka’at dalam sholatnya beliau dapat membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’, atau sebanyak 5 juz lebih.

sahabat, mudah-mudahan teladan dari rasulullah ini dapat memacu kita untuk terus berusaha lebih baik lagi hari demi hari di bulan ramadhan ini. semoga puasa kita di lancarkan oleh Allah dan menyambut hari kemenangan dengan hati yang suci,amien. . .

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s