Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka

Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Andaikata orang yang ada di dalam neraka Jahannam atau penghuni neraka itu, dikeluarkan tangannya kepada penduduk dunia, niscaya terbakarlah dunia karena sangat panasnya api neraka itu.”

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Allah SWT pernah memerintahkan Malaikat Jibril pergi kepada Malaikat Malik untuk mengambil sedikit dari api nereka, dan memberikannya kepada Nabi Adam, agar dengan api itu, ia dapat menanak. Maka pergilah Malaikat Jibril kepada Malaikat Malik si penjaga nerakan. Sesampainya Jibril di neraka, Malik bertanya kepadanya: “Apa yang engkau inginkan dari neraka, hai Jibril?” Malaikat Jibril berkata kepada Malik: “Saya menginginkan sebutir kurma dari api neraka.” Malaikat Malik berkata kepadanya: “Andai aku memberikan kepadamu sebutir kurma dari api neraka, maka seluruh langit dan bumi akan hangus terbakar karenanya.”

Jibril kembali berkata: “Kalau begitu, berilah aku separuhnya.” Malaikat Malik menjawab: “Andaikata aku memberikan apa yang engkau minta itu, niscaya langit tidak akan menurunkan hujan walau setitikpun dan bumi tidak akan dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan karena panasnya.” Kemudian Malaikat Jibril menghadap kepada Allah, seraya berkata: “Seberapa kecil saya harus mengambil api neraka?” Allah menjawab: “Ambillah sebutir atom (satuan terkecil dari suatu benda) dari api neraka.”

Kemudian Jibril mengambil sebutir atom dari api neraka, lalu membasuh (mencelupkannya) sebanyak tujuh puluh kali ke dalam tujuh puluh lautan. Setelah itu, baru dibawa kepada Nabi Adam dan diletakkan di suatu gunung yang sangat besar. Seketika gunung itu menjadi hancur karenanya. Selanjutnya api neraka yang sebutir atom itu dikembalikan pada tempatnya kembali ddi neraka. Kendatipun api neraka itu telah dikembalikan di tempatnya semula di neraka, namun asap dan sisa-sisanya tetap melekat pada pohon-pohon, besi dan bebatuan, yang dapat berfungsi sebagai sumber pengapian sampai saat ini. Demikian gambaran tingkat panasnya api nereka.

Lautan api neraka itu terus bergolak menyambar-nyambar dengan dahsyat. Kobaran api itu tak pernah surut, apalagi padam. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah sebagai berikut:

Artinya: “Tiap-tiap kali nyala Jahannam itu akan padam. Kami tambahkan lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. Al-Isra’: 97)

Kita akan mendapatkan gambaran yang sangat mengerikan, ketika kita perhatikan firman Allah SWT dalam surat Al-Mursalat berikut ini:

Artinya: “Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan onta yang kuning
(QS. Al-Mursalat: 30-33)

Ayat tersebut memberitahukan kepada kita tentang naungan yang tidak lain merupakan asap api Jahannam yang berada di atas neraka. Oleh sebab itu naungan di sini, bukanlah naungan yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh. Sebab ia merupakan asap api neraka yang mempunyai tiga gejolak, yaitu di kanan, di kiri, dan di atas. Ini berarti bahwa azab mengepung dari segala penjuru. Sebagaimana halnya, juga disebutkan dalam surat Al-Waqi’ah berikut ini:

Artinya: “Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan.” (QS. Al-Qaqi’ah: 41-44)

Dari ayat-ayat tersebut kita mendapatkan gambaran siksaan neraka yang sangat mengerikan. Betapa tidak? api bergejolak menyala-nyala, air panas mendidih, naungan asap api neraka yang hitam pekat dan udara yang amat panas. Betapa pedihnya penyiksaan itu. Belum lagi darah, nanah, aliran keringat dan kotoran yang mendidih, menjadi menu utamanya. Hardikan malaikat yang kasar dan keras, dan murka Allah, melengkapi kepedihan siksaan bagi penduduk neraka. Na’udzubillahi min dzalik

D. Bahan Bakar Api Neraka
Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan apa yang menjadi bahan bakar api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakann bagi orag-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)

Dan firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluragamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintah-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Yang dimaksud dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut pendapat Abu Ubaidah: “Segala sesuatu yang engkau lemparkan di dalam api berarti engkau telah menjadikannya sebagai bahan bakar.”

Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musyrik. Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bakar neraka itu, pada hakekatnnya hanya Allah yang tahu.

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa batu-batu ini ialah jenis batu belerang. Abdullah bin Mas’ud berpendapat bahwa batu-batu itu adalah bartu belerang yang diciptakan Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di langit dunia dan Dia menyediakannya bagi orang-orang kafir. Pendapat ini juga didukung Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ibnu Juraij.

Ibnu Rajab menyatakan bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan batu-batu itu adalah batu belerang untuk menyalakan api.

Pendapat ini didasarkan atas analisis orang-orang terdahulu bahwa batu belerang mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki jenis batu lainnya. Bara api dan kekuatan panasnya tak terungguli oleh jenis-jenis batu yang lainnya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa batu belerang setidaknya ada lima unsur kekhasan, yang tepat dijadikan sebagi alat pembakaran dan penyiksaan, yaitu: Cepat menyala, berbau busuk, banyak berasap, sangat lengket pada badan dan panasnya sangat kuat.

Mengenai hakekat kebenaran jenis batu yang dijadikan sabagai bahan bakar neraka itu, kiranya hanyalah Allah yang mengetahuinya. Yang pasti Allah menjelaskan bahwa bahan bakar api neraka itu ialah “manusia dan batu.” Sebab apa yang ada di akhirat itu, tidaklah sama persis dengan yang ada di dunia. Kesamaan itu hanyalah pada namanya saja.

Di samping keterangan ayat tersebut di atas, Allah SWT juga menjelaskan di dalam ayat lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhala sembahannya itu. Allah SWT berfirman:

Artinya: Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.” (QS. Al-Anbiya’: 98-99)

E. Keganasan Binatang-binatang dan Pohon-pohon Neraka Yang Menyeramkan
Sebagai tempat untuk menyiksa para penantang Allah dan Rasul-Nya, neraka meurpakan tempat yang paling hina, paling buruk dan paling menyakitkan. Berbagai macam bentuk penyiksaan yang menyeramkan, menghinakan dan menghancur luluhkan, semua ada di dalamnya.

Api yang berkobar menyala-nyala, air panas, darah, nanah yang mendidih, naungan asap api neraka yang hitam pekat dan udara yang amat panas, merupakan gambaran yang pemandangan yang sangat mengerikan dan memilukan. Belum lagi binatang-binatang berbisa yang siap menggigit dan menggerogoti tubuh penghuni neraka. Pohon-pohon berduri yang dahan dan tangkainya menjulur ke segenap penjuru neraka menyerupai kepala setan. Di sebutkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Abdullah bin Jabir meriwayatkan dari Rasulullah SAW , bahwa beliau bersabda:

“Sesungghnya di dalam neraka terdapat ular-ular seperti leher unta, dan di dalam neraka juga terdapat kalajengking seperti keledai…”

Imam Mujahid berkata, bahwa ular-ular di dalam neraka Jahannam itu leher-lehernya seperti unta, dan kalajengking seperti keledai. Sekali sengat, seluruh tubuh penghuni neraka mulai ujung rambut sampai ujung kaki, menjadi rontok dan sakitnya belum hilang selama empat puluh kali musim gugur.

Diterangkan dalam suatu riwayat bahwa di dalam neraka terdapat tujuh puluh ribu bukit, setiap bukit memiliki tujuh puluh ribu jurang. Pada setiap jurang terdapat tujuh puluh ribu titik nyala api yang bergejolak, setiap titik api terdapat tujuh puluh ribu kampung. Setiap kampung terdiri dari tujuh puluh ribu petak ruang, pada setiap petak terdapat tujuh puluh ribu rumah dari api. Pada tiap-tiap rumah terdapat tujuh puluh ribu ular dan kalajengking yang ganas lagi berbisa. Setiap kalajengking mempunyai tujuh puluh ribu ekor untuk menyengat dan menggigit.

Adapun mengenai pohon-pohon yang ada di dalam neraka, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, ada yang bernama pohon zaqqum yang tumbuh keluar dari neraka Jahim yang menyala-nyala. Mayangnya seperti kepala setan dan buahnya menjadi makanan bagi penduduk neraka. Sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: “Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti onta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan.” (QS. Al-Waqi’ah: 51-56)

Dan firman Allah SWT:

Artinya: “(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala setan-setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagia dri buah pohon itu. maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah memakan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dangan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.”
(QS. Ash-Shaffat: 62-68)

Di samping pohon zaqqum Al-Qur’an juga menjelaskan mengenai pohon yang ada di dalam neraka itu sebagai pohon yang berduri yang menjadi makanan bagi penghuni neraka , sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:

Artinya: Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS. Al-Ghasyiyah: 6-7)

Menurut Imam Qatadah bahwa Ad-Dharii’ adalah pohon berduri dan merupakan makanan yang paling hina dan paling busuk, yang diperuntukkan bagi penduduk neraka. Setelah memakanannya, perut dan otak mereka menjadi mendidih.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s