Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka I

1. Sekilas Gambaran Neraka yang Menyeramkan
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

A. Pengertian Neraka
Neraka dalam bahasa Arab disebut An-Naar, secara bahasa berarti “api”. Lafal an-naar banyak disebut kan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang berarti api neraka. Di antaranya ialah dalam ayat-ayat berikut ini:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-1_QS_Al-Hajj-19-22_-_IwLmb

Artinya: “Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian untuk mereka dari api neraka. Disiramkan air yang yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu hancur luluhlah segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): “Rasailah adzab yang membakar ini.” (QS. Al-Hajj: 19-22)

Dan firman Allah SWT:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-2_QS_Al-Baqarah-81_-_IwLmb

Artinya: “(Bukan demikian), yang benar, barang siapa yang berbuat dosa dan ia telah diliputi dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 81)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-3_QS_Al-Fath-13_-_IwLmb

Artinya: “Dan barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Fath: 13)

Dan firman Allah SWT:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-4_QS_Al-Baqarah-39_-_IwLmb

Artinya: “Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 39)

Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa neraka ialah suatu tempat penyiksaan yang penuh dengan kobaran api dan aneka macam siksaan yang sangat pedih, yang dipersiapkan Allah di akhirat. Suatu tempat yang disediakan untuk memenjarakan, menghukum, dan mengurung para musuh-musuh Allah dan Rasul-Rasul-Nya dan mereka yang selalu brgelimang dosa.

Neraka merupakan tempat untuk membalas dan menyiksa semua orang-orang kafir, orang-orang musyrik, orang-orang munafik, orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, mereka yang durhaka kepada-Nya, yang tidak mau mentaati perintah-perintah-Nya dan melanggar serta mengerjakan larangan-larangan-Nya. Orang-orang sombong yang senantiasa berbuat kekejam, kedzaliman, dan keangkaramurkaan, kesewenang-wenangan dan ketidakadilan, yang selalu bergelimang dengan dosa dan noda tanpa pernah bertaubat dan memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosanya.

Aneka macam siksaan yang amat pedih dan dahsyat semuanya ada di dalam neraka. Bunga apinya berkobar menyala-nyala dengan derajat kepanasan yang tak terukur panasnya yang membakar dan mengelupas kepala dan kulit tubuh serta menghujam ke dalam hati, menghancurkan daging dan meremuk redamkan tulang belulang. Disebutkan dalam suatu hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Andaikata seorang penduduk neraka Jahanam dikeluarkan daripadanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketika melihatnya, karena Murka Allah pada penduduk neraka itu.”

Di dalam hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda:

“Api neraka itu dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan atasnya selama seribu tahun lagi hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga menjadi hitam yang amat kelam. (HR. Tirmidzi)

BBermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni neraka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga seluruh isi perutnya terbakar dan usus-ususnya terburai keluar, serta segala macam bentuk siksaan yang sangat pedih, semua ada di dalam neraka. Sehingga mereka merintih, menjerit, mengerang dan meraung-raung kesakitan. Namun demikian mereka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu, barang sedikitpun. Sungguh neraka merupakan tempat kembali yan paling buruk dan paling hina. Allah Ta’ala berfirman:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-5_QS_Ali_Imran_-_192_-_IwLmb

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sesungguhnya telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran: 192)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-6_QS_Az-Zumar-15_-_IwLmb

Artinya: “Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesunguhnya orag-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 15)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-7_QS_At-Taubah-63_-_IwLmb

Artinya: “Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, dia kekal di dalamnya, Itu adalah kehinaan yang besar.” (QS. At-Taubah: 63)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-8_QS_Shaad-55-56_-_IwLmb

Artinya: “Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka bear-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk, yaitu neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal.”
(QS. Shaad: 55-56)

Dan firman Allah SWT:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-9_QS_Al-Furqaan-66_-_IwLmb

Artinya: “Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqaan: 66)

Apakah neraka dan surga itu telah diciptakan Allah yang sekarang sudah ada ataukah baru akan diciptakan kelak pada hari kiamat tiba?

Menurut Ahlus Sunnah sepakat bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang telah diciptakan dan sekarang sudah ada, demikian pendapat Ahlus Sunnah. Hal ini berbeda dengan pendapat kaum Mu’tazilah dan Qadariyah mengingkari hal itu. Menurut pendapat yang tekahir ini, Allah baru akan menciptakan keduanya pada hari kiamat.

Penciptaan surga dan neraka sebelum hari pembalasan adalah sia-sia, karena keduanya belum berfungsi dan menganggur dalam masa yang sangat lama, demikian menurut persepsi Mu’tazilah dan Qadariyah: mereka menolak nash-nash yang bertentangan dengan syariat batil yang mereka tetapkan itu.

Mengenai sudah adanya surga dan neraka itu sebagaimana keterangan ayat-ayat Al-Qur’an, di antarnya ialah:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-10_QS_An-Najm-13-15_-_IwLmb

Artinya: “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Didekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An-Najm: 13-15)

Dan firman Allah SWT:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-11_QS_An-Naba’-21-26_-_IwLmb

Artinya: “Sesungguhnya Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal.”
(QS. An-Naba’: 21-26)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-12_QS_Al-Baqarah-24_-_IwLmb

Artinya: “Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disedikan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-13_QS_Ali_Imran-131_-_IwLmb

Artinya: “Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disedikan untuk orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran: 131)

Dari ayat-ayat tersebut kiranya menjadi jelas bahwa neraka itu benar-benar telah ada yang dipersiapkan Allah untuk menyiksa musuh-musuh-Nya, yang membangkang terhadap perintah-perintah-Nya dan tidak mau berjalan di atas syari’at yang telah ditetapkan-Nya melalui para Rasul yang telah diutus Allah SWT.

Di samping ayat-ayat tersebut, yang menjelaskan tentang adanya neraka, juga dapat diketahui dari hadits-hadits Nabi SAW berikut ini:

Diriwatkan dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya, andai kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para sahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat, ya Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: “Aku melihat surga dan neraka.”
(HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Kulihat di tempatku ini, segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu, hingga kulihat aku mengambil buah-buahan dari surga ketika kalian melihatku maju. Dan telah kulihat sebagian api neraka menghancurkan sebagian yang lain ketika kalian melihatku mundur.”

Diriwayatkan di dalam hadits Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya ketika seorang dari kamu meninggal dunia ditunjukkan kepadanya tempat tinggalnya di waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka ia akan melihat surga. Jika ia termasuk penghuni neraka, maka ia akan masuk nereka. Dikatakan inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu pada hari kiamat.”

Dalam kitab hadits Shahihaini (Bukhari dan Muslim) diriwiyatkan hadits Isra’ Mi’raj dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW Bersabda:

“…..kemudian Jibril membawaku hingga tiba di Sidratul Muntaha yang diliputi warna-warni. Aku tidak tahu warna apa itu.” Selanjutnya Nabi SAW bersabda: “Kemudian aku masuk surga. Ternyata surga banyak mutiara dan tanahnya dari misik.”

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Ketika Allah menciptakan surga dan neraka. Dia mengutus Jibril ke surga. Allah berfirman: “Pergilah, lalu lihatlah ia serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam surga.” Maka Jibril pergi ke sana dan melihat surga serta apa yang disediakan Allah bagi penghuninya di dalamnya. Kemudian Jibril kembali dan berkata: “Demi keperkasaan-Mu, tidaklah seorang pun yang mendengar tentang surga, melainkan ia akan memasukinya.” Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Jibril untuk menaruh hal-hal yang tidak menyenangkan di sekeliling surga. Lalu Allah berfirman: “Kembalilah dan lihatlah ia serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam surga.” Maka Jibril pergi melihatnya, kemudian kembali dan berkata: “Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada seorangpun yang dapat memasukinya.” Nabi SAW bersabda: “Kemudian Allah mengutus Jibril ke neraka, Allah berfirman: “Pergilah dan lihatlah neraka serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam neraka.” Maka Jibril melihatnya, ternyata sebagian api neraka menaiki sebagian lainnya. Lalu Jibril kembali dan berkata: “Demi keperkasaan-Mu, tidak ada seorangpun yang akan memasuki neraka bila ia mendengar tentangnya. Kemudian Allah memerintahkan Jibril menaruh berbagai kesenangan di sekeliling neraka. Selanjutnya Allah berfirman: “Pergilah, lalu lihatlah apa yang Aku sediakan buat penghuninya di dalam neraka. Maka Jibril pergi melihatnya, lalu kembali dan berkata: “Demi keperkasaan-Mu, aku benar-benar takut, tak seorangpun selamat darinya, melainkan ia akan memasukinya.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Neraka ditutup (dikelilingi) dengan berbagai kesenangan dan hawa nafsu. Sedangkan surga ditutup (dikelilingi) dengan hal-hal yang tidak disukai (hawa nafsu)” (HR. Muttafaq ‘alaih)

B. Luas Neraka dan Kedalamannya
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa neraka benar-benar telah diciptakan oleh Allah dan sudah ada. Hanya saja tidak ada nash yang menjelaskan secara pasti mengenai tempatnya.

Para ulama berbeda pendapat mengenai tempat neraka sekarang. Sebaian di antara mereka ada yang berpendapat bahwa neraka itu berada di bumi yang paling bawah. Ada yang menyatakan bahwa neraka itu terletak di langit. Dan ada pula yang menyatakan bahwa neraka itu terletak di sebelah kiri Arasy Allah SWT.

Sementar ada sebagian lain yang tidak mengemukakan pendapat mengenai neraka secara pasti. Karena tidak ada nash atau dalil yang shahih yang menjelaskan tentang ketentuan letak tempatnya secara pasti. Seperti pendapat Syekh Waliyullah Ad-Dahluwi, sebagaimana yang diungkapkan dalam perkataannya berikut ini: “Tidak ada suatu nash pun yang menegaskan penentuan tempat surga dan neraka, melainkan hanya Allah sendiri yang tahu sesuai dengan kehendak-Nya. Karena kita tidak bisa mengetahui seluruh makhluk-makhluk Allah, demikian pula mengenai alam-alamnya.” Pendapat ini, merupakan pendapat yang terkuat, demikian menurut pandangan Shiddiq Hasan Khan.

Dalam hal ini Imam As-Syuyuthi juga berkata: “Kamu tidak mempunyai pendapat tentang tempat neraka, karena tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Tidak ada hadits shahih yang dapat diandalkan dan dijadikan sebagai pegangan, mengenai di mana tempat neraka yang sebenarnya.

Demikian pula mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam nash Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW. Yang pasti neraka itu ada, sebagai tempat memenjarakan, membalas, dan menyiksa manusia dan jin yang menentang dan menjadi musuh-musuh Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Yang pasti neraka itu dapat menampung dan memuat berapa pun banyaknya para penghuni yang akan mendekam di dalamnya. Allah berfirman kepada neraka:

“Sesungguhnya engkau adalah siksa-Ku yang Aku pergunakan untuk menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki.”

Allah SWT berfirman:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-14_QS_Qaaf-30_-_IwLmb

Artinya: “(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih adakah tambahan?” (QS. Qaaf: 30)

Neraka itu amat luas dan dalam, sehingga meskipun ia terus menerus diisi dan dimasuki penghuninya yang sangat banyak , tetaip ia dapat menampung dan memuat seluruhnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Anas RA, bahwa Nabi SAW bersabda:

“Neraka Jahanam itu terus menerus diisi dan berkata: “Apakah masih ada tambaha?” Akhirnya Tuhan Yang Maha Mulia meletakkan kaki-Nya di dalamnya, lalu sebagian yang satu mendekat kepada lainnya. Jahanam berkata: “Cukup, cukup, demi Keperkasaan dan Kemurahan-Mu.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Untuk mendapatkan gambaran mengenai betapa dalamnya neraka, perhatikan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA berikut ini:

“Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba terdengar suara benda yang jatuh. Lalu Nabi SAW bertanya: “Tahukah kalian suara apa itu?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Nabi SAW bersabda: “Ini adalah suara jatuhnya batu yang dilemparkan ke dalam neraka selama 70 tahun silam, dan sekarang ia baru jatuh
di dalam neraka.” (HR. Muslim)

Hadits yang senada juga diriwayatkan dari Mu’aazd dan Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Andaikata sebuah batu sebesar tujuh ekor onta dilemparkan dari tepi neraka Jahanamm, maka iajatuh di dalamnya selama 70 tahun, belum mencapai dasarnya.

Diriwayatkan pula bahwa matahari dan bulan yang merupakan dua makhluk besar, bagaikan dua ekor sapi digulung di dalam neraka. Imam Thahawi dan Salamah bin Abdurrahman meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Matahari dan bulan menjadi dua ekor sapi yang tergulung di dalam neraka pada hari kiamat.

Ada yang menggambarkan bahwa neraka itu menyerupai mesin penggiling yang mampu menggiling ribuan ton biji-bijian seluruhnya tanpa merasa payah maupun jemu. Ketika biji-bijian itu habis, mesin penggiling itu masih terus berputar menunggu tambahan.

C. Kedahsyatan Bunga Api dan Asap Neraka yang Sangat Panas
Sebagai tempat penyiksaan neraka merupakan lautan api yang menyala-nyala, bergejolak dan berkobar-kobar dengan derajat kepanasan yang amat dahsyat. Untuk mendapatkan gambaran mengenai gejolak nyala api neraka dan kedahsyatan panasnya, perhatikan ayat-ayat berikut ini:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-15_QS_Al-Lail-14_-_IwLmb

Artinya: “Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Lail: 14)

Dan firman Allah SWT:

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-16_QS_Al-Ahzab-64-65_-_IwLmb

Artinya: “Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. Al-Ahzab: 64-65)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-17_QS_Al-Fath-13_-_IwLmb

Artinya: “Dan barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Fath: 13)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-18_QS_Al-Ma’arij-15_-_IwLmb

Artinya: “Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak.”
(QS. Al-Ma’arij: 15)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-19_QS_Al-Haqqah-30-31_-_IwLmb

Artinya: “(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Haqqah: 30-31)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) 1-20_QS_Al-Qaari’ah-8-11_-_IwLmb

Artinya: “Dan adapun oraang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (QS. Al-Qari’ah: 8-11)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) QS_Faathir-6_-_IwLmb

Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1) QS_Al-Humazah-5-7_-_IwLmb

Artinya: “Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.” (QS. Al-Humazah: 5-7)

Di samping ayat-ayat tersebut banyak hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang panas dan nyala api neraka, di antaranya ialah, Abu Hurairah meriwayatkan, Bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Api yang kalian nyalakan di dunia ini, adalah hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahanam. Para sahabat bertanya: “Demi Allah, yang ini saja (nyala api di dunia) sudah cukup (untuk menghanguskan) ya Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan lagi, masing-masing dari semua bagian (dari enam puluh sembilan itu) memiliki tingkat kepanasan yang sama (seperti panasnya api di dunia yang hanya sati bagian itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kaitannya dengan api neraka ini Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Tirmidzi berikut ini:

“Api neraka itu dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga menjadi berwarna hitam pekat.” (HR. Tirmidzi)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s