Ciri dan Tanda Hati Yang Mati

Hati yang sudah mati ialah hati tidak berfungsi sebagaimana fitrahnya hati itu dijadikan. Fitrah kejadian hati ialah untuk menerima aqidah dan keimanan kepada Allah swt. Hati yang mati telah ditutup dan dihijab oleh Allah swt daripada menerima iman dan hidayah Allah swt. Hati diselubungi dan dikuasai oleh hawa nafsu syaitaniah yang sentiasa mendorong manusia untuk melakukan dosa, maksiat dan kejahatan.
1

Apabila hati sudah tidak berfungsi, maka hawa nafsulah yang menerajui kekuasaan hati, Justeru kehidupan mereka bergelomang dengan dosa dan maksiat. Kehidupan mereka penuh dengan kesombongan dan ketakabburan.

Kehidupan mereka tiada panduan, apa yang mereka lakukan berdasarkan kepada perasaan.

Mereka berada dalam kesesatan dan kedurjanaan sedangkan mereka tidak menyedari kesesatan dan kedurjanaan yang mereka lakukan disebabkan hati mereka sudah mati dan tertutup.

Tidak peduli, sombong, pura-pura tidak tau, berani melakukan dosa dan menganggap enteng dosa, tidak mau mengikuti perintah ALLAH SWT yang sudah tertulis jelas dalam Al-Quran

DI ANTARA TANDA-TANDA HATI YANG MATI

1.”Tarkush sholah” Berani meninggalkan sholat fardhu.

2. “Adzdzanbu bil farhi” Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar
(QS al A’raf 3).

3. “Karhul Qur’an” Tidak mau membaca Al-Qur’an.

4. “Hubbul ma’asyi” Terus menerus ma’siyat.

5. “Asikhru” Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.

6. “Ghodbul ulamai” Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama.

7, “Qolbul hajari” Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian,kuburan dan akhirat.

8. “Himmatuhul bathni” Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.

9. “Anaaniyyun” tidak mau tau, “cuek” atau masa bodoh keadaan orang lain,bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.

10. “Al intiqoom “Pendendam hebat.

11. “Albukhlu” sangat pelit.

12. “Ghodhbaanun” cepat marah karena
keangkuhan dan dengki.

13. “Asysyirku” syirik dan percaya sekali kepada dukun & prakteknya, menyekutukan Allah SWT dengan mahluk.

Dalam Al Qur’an dinyatakan ada beberapa tingkatan kualitas hati sehingga masing-masing dari kita dapat menilai ada di kualitas yang manakah hati kita selama ini. Kualitas hati yang disebut dalam firman Allah itu antara lain :

Hati yang berpenyakit, yaitu orang yang dalam hatinya terdapat sifat atau rasa iri, dengki, dendam, pendusta, munafik, riya’, kasar dan sifat-sifat yang sejenisnya. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 10 :

“Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.

Kemudian dalam Surat Al Hajj ayat 53 juga disebutkan :

“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat”.

Hati yang mengeras, yaitu hati yang berpenyakit namun tak diobati sehingga menyebabkannya menjadi keras. Kerasnya hati tersebut menyebabkan seseorang tak lagi mempunyai kepekaan terhadap jeleknya perbuatan yang dilakukan. Bahkan perbuatan jahat pun akan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Allah pun menyinggung hal ini dalam Surat Al An’am ayat 43 :

“Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan”.

Hati yang membatu, yaitu kualitas hati yang makin memburuk kondisinya sehingga kalau tak disadari akan meningkat kualitas keburukannya. Sebagaimana Allah berfirman :

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantra batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”.
(Surat Al Baqarah : 74)

Hati yang tertutup, jika hati sudah tertutup maka ia tidak lagi bisa menerima petunjuk, tetapi masih menunjukkan reaksinya. Setiap kebaikan pasti akan dikesampingkannya.

Allah menyatakan hal itu dalam firmanNya :

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. (Surat Al Muthaffifin : 14)

Hati yang mati, kalau hati sudah tertutup maka tingkat yang lebih buruk lagi adalah hati menjadi mati. Mereka yang memiliki hati yang sudah mati sudah tidak akan bereaksi lagi dalam menerima petunjuk.

Diberi petunjuk ataukah tidak sama saja, tak ada bedanya. Firman Allah :

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa amat berat”.
(Surat Al Baqarah : 6-7)

Maknai kata kafir secara lebih luas, Seorang Mukmin yang tidak mau melaksanakan shalat dan menuruti perintah ALLAH SWT yang sudah tertulis di Al-Quran bisa dikatakan kafir

Namun demikian ada satu kualitas hati yang baik, yaitu hati yang suci di mana ia akan selalu bergetar apabila disebut nama Allah, sebagaimana yang disebut di dalam Surat Al Hajj ayat 35 :

“(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rizkikan kepada mereka”.

Orang yang memiliki hati seperti itu lembut dan ikhlas adanya. Ia akan mudah iba melihat penderitaan orang lain, suka menolong sesama, tidak suka kekerasan, sabar, penuh kasih sayang, pemaaf, penuh keikhlasan, dan selalu ingin berbuat amal kebaikan.

1. Berani meninggalkan sholat
2. Tenang tanpa merasa berdosa pdahal sedang melakukan dosa besar
3. Tidak tersentuh hatinya bahkan menjauh dengan ayat-ayat Al-Qur’an
4. Terus menerus maksiyat
5. Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka
6. Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama
7, Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat
8. Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa
9. Senang melihat orang susah dan menderita.

10 Hal yang Menyebabkan Hati Kalian Mati

yakin kepada Allah SWT, namun kalian tidak memenuhi haknyaContohnya : yakin kepada Allah, tapi tidak mau beribadah dan terus melakukan maksiat sambil berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa

Membaca Al-Qur’an, namun kalian tidak mengamalkan isinya

Mmengaku cinta kepada Nabi SAW, namun meninggalkan sunnahnya

Contohnya : Mengakui secara pasti kecintaannya kepada Rasulullah saw tetapi sunnah-sunnahnya tidak diikuti atau malah membencinya misalnya : sangat membenci sedekah/infaq/zakat karena takut kalau bersedekah/berinfaq/dan membayar zakat akan mengurangi bahkan menghabiskan hartanya.

Kalian mengaku memusuhi setan, namun kalian menuruti keinginannya

Contohnya :Memberi sesajen ke laut, sesajen kegunung berapi, berdoa dan meminta kepada kuburan -kuburan keramat. Mengerjakan apa yang telah dilarang ALLAH SWT yang sudah tertulis di Al-Quran dan Hadits

Kalian berkata ‘Kami cinta surga’, namun kalian tidak beramal untuk mendapatkannya

Kalian berkata ‘Kami takut pada neraka’, namun kalian korbankan jiwa kalian padanya

Kalian berkata ‘Sesungguhnya kematian itu benar’, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya

Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun kalian lupa dengan aib kalian sendiri

Contohnya : Ngerumpi ENTAH DIDUNIA NYATA MAUPUN DI DUNIA MAYA, mengomentari yang tidak seharusnya dikomentaridan menciptakan fitnah

Memakan nikmat dari Rabb kalian, namun kalian tak mensyukurinya

Contohnya : Selalu merasa tidak puas dan kurang dengan semua yang telah Allah berikan bahkan ada yang mengucapkan terima kasih saat diberi nikmat yang banyak tetapi bukan kepada Allah malah kepada kuburan yang dianggap keramat dengan memberi sesaji atau tempat sejenisnya yang semuanya cuma ciptaan Allah.

Kalian mengubur orang-orang yang mati diantara kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.

Ingatlah..
1 Hari di dunia = 1000 tahun di akhirat kelak…

setiap hal-hal kecil dan semua perbuatan yang kita lakukan di dunia akan dibalas oleh ALLAH SWT, entah itu amal baik maupun dosa.

Sedapat mungkin kita mengarahkan hati kita agar menjadi hati yang suci diantara orang-orang yang beriman. Meskipun kenyataannya sulit, dengan niat yang sungguh-sungguh insya Allah, Allah SWT memberikan kemudahan.

Lalu bagamana cara menambah Ilmu kita tentang Islam yang Tauhid ?

Sering-seringlah mendengarkan/ menonton ceramah atau kajian-kajian Al-Quran baik di TV, radio, atau datang ke Masjid

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang HATInya sudah dibuat MATI….

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s