Yang Berjatuhan Dijalan Da’wah

Salah satu karakteristik dakwah adalah jalannya panjang dan ujungnya tidak tahu ada dimana. Karena itu sudah sewajarnya jika dalam keberlangsungan dakwah ini ada orang-orang yang tidak dapat bertahan atau berguguran dalam dakwah ini. Panjangnya jalan menuntut kita agar tetap istiqomah meski banyak rintangan yang menghadang, banyak kekecewaan yang muncul kepermukaan, fitnah yang mungkin muncul serta tantangan yang mesti dijawab. Fenomena bergugurannya orang dari jalan dakwah ini tentunya adalah hal yang mesti kita hindari karena hanya akan menimbulkan kerugian bagi kita. Abu Lubabah yang sempat mengkhianati rasul setidaknya sudah hampir menjadi orang yang berjatuhan namun Abu Lubabah langsung menyadari itu dan bertaubat dengan mengikat dirinya di tiang masjid. Seperti itulah, kemunduran kita dijalan dakwah hanya akan menimbulkan ketidaktenangan dan kejauhan dari nur Islam sehingga fenomena ini adalah yang mesti kita hindari. Untuk menghindari itu, kita mesti mengidentifikasi faktor-faktor penyebab seseorang itu berjatuhan di jalan dakwah. Adapun hal yang menyebabkan berjatuhan di jalan dakwah ada 3 hal yaitu hal yang bersumber dari pergerakan, individu dan eksternal.

Sebab yang bersumber dari pergerakan adalah :

1. Lemahnya Aspek Tarbiyah
Tarbiyah dalam suatu pergerakan adalah seperti kedudukan air didalam tubuh manusia. Ia berperan sebagai penjaga kestabilan didalam tubuh manusia. Kekurangan air membuat kita tersiksa dan malas dalam beraktifitas serta lemah dalam bergerak. Seperti itulah hakekat tarbiyah dalam pergerakan. Layaknya tubuh, kehilangan konsumsi air dalam waktu lama dapat membuat kita meninggal kehausan begitu pula dengan tiadanya tarbiyah hanya akan membuat aktivitas dalam pergerakan menjadi kering dan beku sehingga hanya akan menimbulkan ketegangan dan perasaan sensitif. Semakin kering ruhiyah maka akan menyebabkan aktifitas yang dilakukan hanyalah seperti rutinitas biasa tanpa ruh sehingga kita akan bosan dan terlempar dari gerbong dakwah ini.
2. Tidak Proporsional Dalam Memposisikan Anggota
Pergerakan yang profesional dan matang adalah pergerakan yang mengetahui kemampuan, kecendrungan dan bakat para anggotanya dan mengenal titik kekuatan dan kelemahan mereka. Maka, ketika seorang yang ditempatkan dibidang yang bukan ahlinya, hanyalah akan membuat mereka menjadi futur atau setengah hati dalam menjalankan sehingga pekerjaan juga tidak maksimal. Kejadian berkelanjutan yang seperti ini akan membuat pelakunya berguguran dari jalan dakwah. Tidak sesuai langkah dengan rencana dan metode yang telah ditetapkan, tidak menjadwal berbagai aktivitas berdasarkan skala prioritas, tidak dapat yang membedakan yang penting dan yang tidak penting, hanya akan menimbulakan suatu kerancuan. Bahkan dengan terpaksa pergerakan mengisi pos-pos yang masih kosong dengan orang yang tidak berkualitas dan menyerahkan urusan kepada selain ahlinya. Jika itu yang terjadi, maka tunggulah kehancurannya.
3. Tidak Memberdayakan Semua Anggota
Tidak memberdayakan anggota sama dengan mendapatkan emas tapi tidak memanfaatkannya. Kita punya sesuatu yang bisa membuat sesuatu yang lebih baik tapi tidak digunakan. Hal ini hanya akan membuat orang yang ada disana merasa tidak dihargai atau tidak dibutuhkan dan menyebabkan pekerjaan tertumpuk pada kelompok tertentu. Hal ini tentu berakibat fatal karena akan mengakibatkan baik kelompok yang merasa tertumpuk pekerjaannya ataupun yang tidak terberdayakan berjatuhan dijalan dakwah
4. Lemahnya Kontrol
Saat krisis, situasi sulit dan berbagai problema terjadi dalam sebuah bidang suatu pergerakan maka disaat seperti inilah sebenarnya anggota membutuhkan perhatian dari pimpinannya. Ketika pimpinan atau pergerakan turut serta mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan tersebut bersama maka pergerakan itu selamat. Namun, jika kontrol yang dilakukan ;emah sehingga seolah pergerakan tidak mempedulikan itu maka yang dirasa adalah kesendirian yang akan mendekati kepada futur berkelarutan. Inilah yang akan menyebabkan banyak orang terlempar dari jalan dakwah
5. Kurang Sigap Dalam Menyelesaikan Persoalan
Hal ini tentunya akan menyebabkan semakin rumitnya persoalan dan menghantarkan kepada jalan buntu. Jika begitu maka suasana yang tercipta hanyalah penumpukan pekerjaaan yang mana ketika hal ini tidak cepat terselesaikan yang ada hanyalah semakin mencabangnya masalah, semakin banyak muncul pembahasan sehingga tidak selesai-selesai karena setelah selesai satu, maka akan muncul yang lain. Hal inilah yang tentunya akan menyebabkan kejenuhan sehingga menyebabkan berguguran di jalan dakwah
6. Konflik Internal
Sebab ini adalah sebab yang paling gawat dan alat perusak iklim pergerakan karena ia bergerak dari dalam tubuh organisasi yang efeknya bukan hanya kepada si “perusak” tetapi juga dapat melemahkan anggota disekitarnya bahkan dapat menjado bumerang jika orang yang keluar dari dakwah tersebut menyimpan sebuah dendam atau hal lain.
7. Pemimpin Yang Lemah
Lemahnya kepemimpinan ini bisa disebabkan karena lemahnya nalar dan intelektual pimpinan sehingga tidak mampu memberikan kepuasan terhadap kehausan pikiran bawahan ataupun lemahnya kemampuan struktural dimana pimpinan tidak memiliki bakat dan kemampuan manjerial yang dapat mengendalikan struktur serta meletakkan prinsip-prinsip dasar keorganisasian
Sebab yang bersumber dari individu :

1. Watak yang Indisipliner

Beberapa orang yang tertarik pada pergerakan hanya dalam situasi dan kondisi tertentu saja sehingga wajar jika dalam perjalanan, mereka menjadi orang yang kurang dapat beradaptasi terhadap hal-hal yang ditentukan pergerakan. Hal itu dapat disebabkan karena ketidaksiapan memikul beban-beban tugas struktural ataupun memang karena enggan melebur dalam jama’ah.
2. Takut Mati dan Miskin
Pintu inilah yang dijadikan syaitan dalam memasuki jiwa-jiwa aktivis dan orang beriman. Timbulnya ketakutan untuk miskin akan menyebabkan malas bersedekah sedang ketakutan akan mati dapat menyebabkan menurunnya semangat pengorbanan.
3. Sikap Ekstrem dan Berlebihan
“Sesungguhnya orang yang memaksakan di luar kemampuannya, tidak ada bumi yang dapat ia lintasi dan tidak ada kendaraan yang dapat ia pertahankan.” (Ha
Berlaku berlebihan-lebihan dan membebani diri melebihi kemampuan hanya akan menyebabkan frustasi dikemudian hari dan semakin mendekatkannya kepada tasaquth.
4. Sikap Mempermudah dan Menganggap Enteng
Menganggap enteng komitmen terhadap syariat dan mempermudah pelaksanaan hukum Allah hanya akan memotivasi kita untuk bersikap longgar dalam hal-hal yang kecil pada awalnya dan meningkat pada hal-hal besar. Batasan halal dan haram bahkan menjadi terlihat samar jika kita senantiasa mempermudah pelaksanaan hukum Allah ini. Semakin jauh dari sisi Allah dan terlalu banyak memberi kelonggaran hanya akan mengikis kemampuan diri secara perlahan di jalan dakwah
5. Ghurur dan Senang Tampil
Ghurur, “Tertipu oleh diri sendiri “ dan senang tampil sesungguhnya hanya berfungsi sebagai alat syaitan untuk memerosokkan para aktivis dakwah dalam jurang kerusakan amal dan kehancuran jiwanya, menghapus pahala serta mencelakakannya di akhirat. Sifat sperti ini sesungguhnya hanyalah benalu dalam dakwah yang sifatnya merugikan dakwah.
6. Cemburu terhadap Orang Lain
Kecemburuan kepada orang-orang terdepan, terpandang, sukses dan dikarunia keahlian yang tidak dimilikinya jika telah berubah menjadi cemburu buta hanya akan menimbulkan dampak tidak baik bagi pergerakan. Hal ini dapat menjadikan orang yang mempunyai kemampuan terbatas tidak mau memposisikan diri sesuai dengan keterbatasannya tetapi cenderung memaksakan diri meski tidak membawa manfaat. Hal ini tentu akan menimbulkan sikap ekstrem dan watak indisipliner, dua perkara sekaligus yang bisa menghantarkan kepada keluarnya seseroang dari jalan dakwah/
7. Fitnah Senjata
Sikap ekstrem paling berbahaya adalah yang berkaitan dengan kekuatan ini karena dapat menimbulkan petaka yang tidak hanya menimpa personal atau sekitar tapi wadah pergerakan secara keseluruhan. Sebab timbulnya fitnah ini dapat disebabkan karena tidak jelasnya pembentukan kekuatan dan tidak memenuhi syarat penggunaan kekuatan.

Sebab yang bersumber dari eksternal :
1. Tekanan Tribulasi
Tekanan tribulasi atau penyiksaan dalam kehidupan dakwah merupakan alat pembersih yang paling efektif dalam membersihkan da’i – da’i dari dakwah dan alat pengukur paling akurat dalam mengukur kekuatan keimanan seseorang. Meskipun pada awalnya mereka adalah orang yang bersemangat, mereka mundur secara teratur karena tidak kuat setelah mendapat siksaan .
2. Tekanan Keluarga
Sikap keluarga yang mengkhawatirkan kita menderita, terjebak dalam paham atau aliran sesat atau bahkan karena gengsi anaknya tidak sesuai dengan gaya hidup mereka atau lain hal ini yang terkadang sulit diatasi para aktivis dakwah. Tidak menutup kemungkinan adanya keluarga yang bahkan menghalang-halangi dakwahnya. Setidaknya sikap mUshab bin Umair terhadap ibuny dimana mushab menolak kemauan ibunya agar mushab meninggalkan islam dan ibunya mengancam bunuh diri tetapi tetap mushab tidak mau memenuhinya.
3. Tekanan Lingkungan
Lingkungan juga dapat menjadi pengaruh yang cukup berarti dalam membinasakan para pejuang dakwah di medan dakwahnya. Ketika seseorang terbiasa hidup dalam lingkungan islami lalu tiba-tiba hidup di tempat yang kanan-kirinya diskotik, secara tidak langsung tentunya orang tersebut akan sulit untuk tetap mempertahankan solatnya sehingga turunlah keimananya atau bahkan terlempar.
4. Tekanan Gerakan Destruktif
Pemuda yang terkadang tidak mampu bertahan dalam menghadapi gempuran propaganda yang mendiskreditkan pergerakan islam sedang dia mempunyai kemampuan mumpuni dari segi aktivitas dan priduktivitas mulai menjadi sasaran pengepungan oleh gerakan destruktrif. Hal seperti ini yang menyebabkan bertumpuknya kebingungan sehingga semakin lama akan membuat berjatuhan di jalan dakwah.
5. Tekanan dari Figuritas
Tekanan dari figuritas ini adalah yang berkaitan dengan ghurur, ujub, tertipu, terlalu mencintai diri sendiri sehingga inilah lumbung syaithan untuk menguji amal kita sehingga mengakibatkan kita akan bertempur dengan syirik kecil. Figuritas ini yang hanya akan menimbulkan benalu dalam dakwah jika pelakunya hanya ingin mendapatkan popularitas dan menjadi ujian untuk yang istiqomah.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s