Harga Sebuah Idealisme

Harga Sebuah Idealisme
Berbicara tentang kondisi ideal, tentu adalah sebuah kondisi yang diinginkan semua orang sebagaimana banyak orang yang menginginkan terwujudnya masyarakat madani.

Tetapi, apa itu ideal? Ideal adalah sebuah kondisi dimana semua komponen yang ada didunia ini berfungsi sebagaimana mestinya. Contoh kecil, topi dipakai di kepala karena berfungsi untuk menutup kepala, baju dipakai di badan karena memang berfungsi untuk menutupi badan, begitu pula sepatu yang digunakan di kaki karena ia berfungsi sebagai alas kaki. Itu kondisi ideal. Jika sepatu dipakai di kepala, topi dipakai di kaki, tentu ini adalah kondisi sudah tidak menjadi ideal karena sudah tidak sesuai dengan fungsinya.

Idealisme memiliki pengertian yang sedikit berbeda dengan maksud dari ideal. Idealisme, menurut Plato, berasal dari kata ide yang berarti dunia didalam jiwa. Hal ini mengindikasikan bahwa paham ini lebih menekankan kepada segala hal yang bersifat ide dan merendahkan hal yang berbentuk materi dan fisik. Artikata.com memberi pengertian tentang idealisme sebagai sebuah aliran ilmu yang menganggap cita-cita dan ide sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami. So, apakah idealisme itu buruk? Tentu tidak. Karena fitrah dari seluruh manusia di dunia ini adalah sama. Semua menginginkan perdamaian, ketenangan dan kebaikan. Karena itu, jika kita meyakini, merenungi serta berfikir dengan mendengarkan suara hati nurani kita serta menggangap itu sebagai sebuah kebenaran, tentu semua manusia ini akan bersepakat dan hidup dalam kemakmuran. Inilah idealisme yang dibenarkan dan patut untuk diperjuangkan. Sesuatu yang pernah dicontohkan oleh suatu masyarakat yang hingga sekarang menjadi inspirasi dan tujuan semua masyarakat yang ada di bumi, masyarakat madani.

Tetapi, apa realita yang terjadi sekarang? Banyak manusia telah melupakan suara hati nuraninya. Hal ini yang mengakibatkan meskipun ada manusia yang masih memegang idealismenya serta berada dipucuk yang berpengaruh terhadap perubahan suatu masyarakat, tetap saja tidak tercipta masyarakat yang didamba-dambakan karena mereka telah melupakan hal yang terpenting yaitu fitrah dan hati nurani seorang manusia. Dan ini pulalah yang telan menciptakan kehidupan masyarakat yang pragmatis. Kenapa? Karena jika tetap idealis, tidak akan bisa hidup. Ini juga yang menjawab mengapa idealisme masih hanya bisa dipegang sampai tingkat mahasiswa. Benar. Karena mahasiswa belum mencari uang dan menghidupi diri sendiri.

Disamping itu, alasan lain yang membuat idealisme hanya sampai pada tingkat mahasiswa adalah karena kampus merupakan metode pengenalan dan persiapan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Program Sarjana itu lebih mengarahkan kepada hal yang bersifat teoritis, lebih banyak berpacu kepada buku-buku saja. Mahasiswa yang belum terikat apapun ini, ketika memandang realita yang tidak sesuai dengan kondisi ideal atau teori yang didapat dari buku-buku, dapat berbuat sesuatu seperti membuat seminar atau gerakan, berdemonstrasi, membuat aksi peduli dan lain sebagainya.

Metode belajar yang hanya mengandalkan buku saja inilah yang merupakan salah satu faktor pembentuk pola pikir yang idealis tanpa tahu realita. Cara belajar terbaik adalah dengan tetap berpaku kepada buku tetapi juga didukung dengan pengetahuan lapangan, banyak diskusi, bertukar pikiran, membuka wawasan, berpikir outside the box. Pola belajar inilah yang akan membuat kita tetap berpikir idealis tetapi tahu realita sehingga penyikapan yang ditimbulkan tentu akan berbeda. Ulama salaf berpendapat bahwasanya orang yang cerdas adalah orang yang memiliki ilmu dan pengalamana. Dan tentu pengalaman yang berkualitas ini tergantung dari bagaimana kita membuka pikiran kita dengan banyak bergaul, bersosialisasi, mengamati kehidupan-kehidupan yang tidak terjangkau atau terpencil, banyak diskusi dan lain sebagainya. Hal ini yang akan membuat kita tahu realita serta berusaha menggeser realita itu kepada bentuk ideal yang sebenarnya.

Dengan demikian, bersikap idealis itu bukan berarti salah. Tetapi, bergantung dari bagaimana kita menjalankannya. Setiap pilihan tentu ada konsekuensi dan selama pilihan itu berdasarkan alasan yang jelas, terang dan sesuai dengan fitrah serta perenungan kita. Setidaknya, penulis berkesimpulan bahwa mereka yang teguh memegang idealismenya itu terbagi dalam dua kelompok yaitu mereka yang ingin hidup dalam kesederhanaan dan mereka yang hidup dalam perjuangan.

Mereka yang hidup dalam kesederhanaan ini adalah mereka seperti yang kita bicarakan diatas yaitu yang belajar hanya berpedoman pada teori dan buku sehingga pola pikir yang terbentuk dikepalanya cenderung idealis. Idealis yang tidak mau tersentuh apapun. Hal ini membuat mereka seakan menyisihkan diri dari kehidupan secara umum. Mereka yang memilih jalan hidup ini cenderung akan merasakan masalah itu hanya bersumber pada pekerjaan dan keluarga saja. Kurang peduli dengan permasalahan umat, rakyat maupun negara. Yang penting mereka sejahtera dan tidak berbuat dosa. Mereka yang memilih jalan hidup ini sangat tidak cocok untuk bergelut dalam dunia politik. Karena politik itu tidak diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin hidup dalam kesederhanaan dan ketenangan.

Akan tetapi, mereka yang memilih jalan hidup ini juga memiliki dua tipe yaitu mereka yang secara pure menjauhi sistem yang merusak idealismenya dan mereka yang mengikuti sistem tetapi tetap menjaga idealismenya. Tipe yang pertama, jelas mereka benar-benar menyisihkan diri dan mencari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan sistem atau apapun yang merusak idealismenya. Mereka ini cenderung memiliki pekerjaan sebagai pedagang ataupun mereka yang bergerak pada bidang jasa sehingga tidak tersentuh sistem apapun. Tipe yang kedua ini memang cenderung mengikuti sistem tetapi tidak macam-macam meski tetap menjaga idealismenya. Mereka yang bertipe dua ini tentu pekerjaannya beragam bisa jadi sebagai pegawai pemerintah ataupun pegawai swasta. Cara mereka menjaga idealisme adalah seperti mengalihkan dana tidak jelas yang mengalir ke mereka, bersikap jujur dan bekerja apa adanya sesuai dengan kemampuan mereka. Kita bisa singkat dua tipe jalan hidup kesederhanaan ini menjadi mereka yang hanya berpikir idealis tanpa tahu realita dan mereka yang berpikir idealis serta tahu realita.

Kelompok kedua yaitu mereka yang memilih jalan hidup perjuangan tentu akan memiliki jalan hidup yang tidak selalu tenang. Masalah yang akan mereka hadapi kedepan bukan hanya bersumber dari keluarga dan pekerjaan saja, tetapi juga masalah umat, negara dan hal-hal lain yang ia perjuangkan. Mereka berpikir bahwasanya idealisme yang mereka pegang ini harus bisa terwujud sehingga manfaatnya dapat terasa oleh semua pihak. Mereka inilah yang bercita-cita mewujdukan terciptanya masyarakat madani. Mereka berusaha, berjuang melawan sistem, meminimalisir hal-hal yang buruk, yang menyinggung idealismenya serta bercita-cita akan berada di pucuk pimpinan dan mewujudkan apa yang telah menjadi gagasan dan cita-citanya. Tentunya, hidup mereka akan jarang dipenuhi ketenangan dan kesederhaan. Hal-hal seperti itu akan langka mereka rasakan tetapi mereka tetap enjoy seakan tetap merasakan kedua hal itu.

Tipe ini juga memiliki dua macam yaitu mereka yang memperjuangkannya didalam sistem dan diluar sistem. Didalam sistem, maksudnya bukan mereka harus ada didalam sistem itu tetapi mereka berusaha mewujudkan ide dan cita-citanya dengan mengubah sistem dari dalam, secara langsung. Benar. Mereka akan mencoba masuk kedalam parlemen, ataupun perangkat-perangkat lain yang berpotensi untuk dapat mengubah sistem itu menjadi sistem yang sesuai dengan gagasan dan cita-citanya. Sedangkan diluar sistem, mereka mencoba memperjuangkan gagasan dan idenya dengan mengubah SDM yang mana SDM inilah nantinya akan berperan dalam perubahan sistem tersebut. Mereka dapat melakukan berbagai macam pembinaan, seminar serta kajian yang membangun serta sesuai dengan cita-citanya. Seperti apapun sistemnya, jika dihuni oleh orang-orang yang ‘waras’, tidak mementingkan diri sendiri, tentu sistem itu akan menjadi baik dengan sendirinya.

Setidaknya, itulah macam-macam pola kehidupan yang tetap memegang teguh idealismenya. Kebanyakan tentu yang memilih jalan kesederhanaan sehingga mungkin inilah salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka golput di Indonesia. Karena sudah tidak peduli lagi dengan yang terjadi pada Indonesia. Yang penting, bisa makan dan hidup dengan tenang. Tetapi, tentu jalan yang mulia adalah jalan perjuangan meski tentu ini jalan yang tidak mudah. Mereka memilih pun cenderung sedikit, tidak banyak. Tetapi mereka adalah orang yang peduli, mau berkorban, tidak hanya berkomentar tetapi juga punya sebuah tindakan nyata. Mereka yang memilih jalan perjuangan biasanya adalah mereka yang belajar dari buku, tetapi memperhatikan realita. Prihatin dengan realita itu dan ingin menjadi salah satu sebab yang membuat realita suram itu berubah menjadi sesuatu yang ideal. Merekalah orang besar sebagaimana yang dimaksud oleh Sayyid Quthub, “Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.”

Hidup dengan memegang teguh idealisme kita tentu tidak salah. Yang perlu dicamkan adalah bahwa ada konsekuensi dibalik setiap pilihan, ada harga dari sebuah idealisme. Jalan kesederhanaan tentu menjanjikan kehidupan yang tentram serta kita dambakan, tetapi jalan perjuangan juga menjanjikan pahala yang berlimpah. Memang benar jika apa yang telah terjadi di sekitar kita ini sudah tidak ideal lagi sehingga anggapan yang mengatakan bahwa kita tidak akan bisa hidup jika tetap idealis juga tidak salah. Karenanta, semua tergantung kita, bergantung kecerdasan dan keluwesan pandangan kita. Ingat! Orang yang cerdas adalah orang yang memiliki ilmu dan pengalaman dan tentu pengalaman yang berkualitas didapat tidak hanya berdasarkan kehidupan semata, tetapi dari hasil pengamatan, mendengarkan orang lain, menjangkau kehidupan yang mungkin tak pernah terbesit didalam otak kita, tak pernah ada dalam buku. Wallahu a’lam.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s