Tampilnya ulama Syiah membongkar kesesatan paham Syiah

Ulama Sunni menghantam Syiah sudah biasa dan Alhamdulillah. Ulama Syiah menikam Syiah Rafidhah, luar biasa. Tampilnya ulama Syiah membongkar kesesatan paham Syiah dan perilaku bejat pengikutnya membuktikan satu hal: Syiah dan pengikutnya telah keluar dari Islam. Mengutip perkataan Hujjatul Islam Imam Ghazali Rohimahullah, “Formalnya Syiah tapi hakekatnya mereka kafir sejati.”

Adalah Mullah Ahmad Kasravi yang telah menulis buku hujatannya terhadap kaum Rafidhoh dalam bahasa Parsi diterbitkan oleh penerbit Biman pada tahun 1364 H di Teheran. Kemudian, untuk pertama kalinya diterbitkan dalam bahasa Arab berjudul at- Tasyayyu’ wa sy Syi’ah, 28 Rajab 1408 H di Kuwait. Dan untuk edisi Indonesia, pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Arrahmah Media, Shafar 1435 H/ Januari 2014, dengan judul “Ulama Syiah menghujat Syiah.”

Mullah Ahmad Kasravi adalah seorang ulama Syiah, lahir di Tabriz, ibukota Azerbaijan, Iran, 14 Shafar 1308 H bertepatan dengan 29 September 1890 M. Karier intelektual Kasravi sangat menonjol dibandingkan teman-temannya. Dia seorang profesor dalam bidang hukum Islam dan ahli sejarah Iran. Seorang penulis menggambarkan, di kalangan Syiah hanya sedikit jumlah tokoh yang kualitasnya setara Mullah Ahmad Kasravi. Bahkan dibandingkan dengan Khomeini, kwalitas intelektualnya sangat tidak sepadan.

Kasravi tewas mengenaskan pada tahun 1324 H / 11 Maret 1946, dalam sebuah pembunuhan terencana. Di tubuhnya ditemukan sebanyak 29 luka tusukan.

“Saya bersama 14 orang teman melepaskan 2 tembakan ke arahnya dan mengenai punggungnya, namun belum mati. Karena itu kami menusuknya menggunakan pisau belati dan melemparnya dengan bebatuan ke arah kepala, wajah, dan dadanya,” cerita salah seorang eksekutor pembunuhan Navvab Savi dalam wawancara dengan Kuwait News 16 Juni 1990 (halaman xxiv).

Sebagai ulama Syiah yang vokal mengkritisi Khomeini, dia begitu menjadi incaran aparat dan intelejen Syiah. Disebutkan dalam buku ini, pada suatu kuliah perdana di Teheran, setelah kembali dari Prancis di tahun 1979, Khomeini masih sempat mengutuk Kasravi. Sehingga mengundang pertanyaan mengapa Khomeini menginginkan kematian Kasravi? Apakah kecemburuan disebabkan popularitas Kasravi yang berhasil menelorkan gagasan alternatif untuk masa depan Iran? Ataukah karena tikamannya atas kesesatan doktrin Syiah?

Di dalam buku ini Kasravi membongkar hampir seluruh kesesatan Syiah mulai dari akarnya. Pada bagian pertama buku yang dipecah menjadi tiga bab romawi, Kasravi membeberkan sejarah munculnya gerakan Syiah, sejarah munculnya doktrin Al Mahdi dan sejarah golongan Syiah dan doktrin Al Mahdi setelah bersenyawa. Selanjutnya pada bagian kedua, dia memaparkan konstruksi politik Syiah dan klaim dusta yang melingkupinya. Di sini penulis juga membagi tiga bab yang terdiri dari bab satu berisi kebatilan asas-asas golongan Syiah, bab dua klaim-klaim dusta Syiah dan bab tiga dampak negatif perkembangan Syiah.

Pada bagian akhir buku ini dilengkapi dengan mulhaq atau appendix yang berjudul mengapa Syiah mengkhianati Sunni. Pada bagian ini diungkapkan kondisi aktual yang menimpa kaum Muslimin Sunni di Iran. Ada 10 kondisi sekaligus testimoni kaum Sunni Iran yang diungkapkan oleh Syeikh Nashiruddin Al Hasyimi. Diantaranya, pertama, dilarang membangun masjid di kota-kota besar sekalipun di wilayah-wilayah yang mayoritas golongan Sunni. Kedua, Setelah revolusi Khomeini “Sang pembohong besar” mengizinkan golongan Sunni membangun sebuah masjid di Teheran yang dipersiapkan dananya saat itu 500 ribu sampai satu juta dan telah diperoleh tanahnya. Akan tetapi ternyata Syiah mengulur-ulur waktunya, bahkan akhirnya mereka melarang sama sekali berdirinya masjid Sunni di Teheran. Ketiga, di bidang ekonomi dan pembangunan terjadi diskriminasi yang amat menyolok di wilayah-wilayah yang berpenduduk Sunni dan Syiah. Dana-dana pembangunan dilimpahkan secara tak terbatas ke wilayah-wilayah Syiah. Sebaliknya wilayah-wilayah Sunni justru dihancurkan; warga negaranya dibunuh dan dituduh dengan berbagai macam hal yang keji. (Halaman 206-208).

Meski begitu hebatnya Kasravi menyerang dan menghantam Syiah, dia seorang Syiah, karena itu tetaplah untuk waspada dan klarifikasi atas pemikiran keagamaannya, sebagaimana diungkapkan oleh Irfan Suryahardi Awwas dalam kata pengantar dari penerbit buku ini.

“Lebih dari semua itu, betapapun kita mengapresiasi agresifitas dan keberanian penulis menyerang paham Syiah dan mengungkapkannya kebobrokan moral pengikutnya, namun harus disadari, bahwa Mullah ahmad Kasravi tetaplah seorang Syiah. Dia dalam buku ini, terdapat pemikiran-pemikiran dan pandangan keagamaan penulis yang harus diwaspadai dan diklarifikasi secara ilmiah dan syar’i. Catatan kaki yang diberikan oleh editor bahasa Arab, kiranya dapat menutupi kelemahan ini. Sehingga keabsahan kritik penulis terhadap kesesatan Syiah harus tetap terjaga dan tidak perlu diragukan.” (Halaman xxv).

Pihak Arrahmah Publishing menerbitkan buku ini bertujuan untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat Indonesia tentang dampak buruk perkembangan paham Syiah. Membiarkan Syiah menyebarkan paham sesatnya merupakan ancaman berbahaya bagi kepentingan aqidah, moral dan keamanan negara.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s