Benteng Pertahanan dari Serangan Syetan

Ada benteng-benteng pertahanan yang sangat kokoh bagi kita untuk berlindung dari kejahatan dan serangan syetan, apapun bentuk dan macam kejahatan dan serangan tersebut, tidak ada benteng lain yang kekokohannya melebihi benteng-benteng ini. Karena benteng ini merupakan anugerah Allah dan diajarkan oleh Rasulullah. Jangan ragu lagi untuk menggunakannya. Barangsiapa ragu, berarti meragukan keuasaan dan kekuatan Allah. Dan barangsiapa meragukan kekuasaan-Nya, berarti telah menjadi pengikut musuh-Nya, Iblis dan balatentaranya.
Jangan silau dengan bujuk rayu dan bualan manis para dukun atau orang pintar. Mereka adalah agen-agen syetan di bumi ini. Jika mereka menawarkan benteng diri dari gangguan syetan yang berupa jimat, benda pusaka, benda keramat, isim, wifik, rajah, hizib dan yang sejenisnya. Karena syetan tidak akan takut pada benda-benda mati seperti itu. Justru benda-benda seperti itulah yang selama ini jadi sarana syetan untuk bersarang padanya, dan mejadi media syetan untuk menggelincirkan akidah Islam kita. Rasulullah mewariskan kepada kita ayat dan do’a sebagai sarana untuk memohon perlindungan kepada Allah dari serangan dan kejahtan syetan, bukan benda atau materi. Berikut ini benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal dan menghalau terror, serangan dan kejahatan syetan terkutuk dari diri kita dan keluarga tercinta.
1. Ikhlas
Al-Qur’an memberitahukan, “Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas diantara mereka’.” (QS. Al-Hijr: 39-40)
Itulah pengakuan Iblis atau syetan sendiri yang diabadikan Allah dalam kitab-Nya. Pengakuan itu benar adanya karena bersumber dari kitab yang terbebas dari keraguan dan kesalahan, yaitu al-Qur’an. Oleh karena itu penting sifatnya untuk memahamkan makna ikhlas kepada keluarga, dan tanamkanlah nilai-nilai ikhlas itu dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Itulah benteng terkokoh.
2. Iman yang lurus dan tawakkal
Allah SWT. menegaskan, “Sesungguhnya syetan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An-Nahl : 99-100)
Rumah yang masih ditempeli jimat, rajah, isim atau benda yang dikeramatkan lainnya, berarti penghuninya telah membuka celah lebar bagi syetan untuk melakukan serangan kepada seisi rumah. Kalaupun mereka tidak diserang secara fisik, akidah mereka telah hancur karena meyakini benda-benda itu mampu jadi pelindung.
3. Selalu waspada.
Allah SWT. mengingatkan, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
Keluarga yang menyadari akan sengitnya permusuhan syetan, mereka akan selalu waspada. Mengenali tipu daya dan strategi syetan dalam menyesatkan manusia, serta menjadikannya sebagai musuh abadi. Apabila ada anggota keluarga yang lalai, maka harus segera diingatkan, agar tidak keterusan atau lalai berkepanjangan.
4. Komitmen dengan ajaran Islam
Ibnu Mas’ud berkata, “Suatu hari Rasulullah menggaris lurus ditanah, lalu beliau membuat garis-garis lain di kanan dan kirinya. Lalu beliau bersabda, “Yang ini (garis lurus) adalah jalan Allah. Sedangkan yang lainnya (garis kanan kirinya) adalah jalan dimana syetan mengajak kalian kepadanya. Lalu beliau membaca ayat 153 dari surat al-An’am.” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim)
Setiap saat dan setiap waktu, kalau kita lengah maka syetan akan memanfaatkan kelengahan itu. Di saat ada anggota keluarga sakit yang tak kunjung sembuh, syetan membisikan agar si sakit diobatkan ke dukun. Saat anak membandel dan nakal,syetan membujuknya agar datang ke orang pintar untuk menghilangkan kebengalannya, dan lain sebagainya. Kalau kita sudah bertekad untuk menjadikan Islam sebagai agama, seharusnya kita menyelesaikan masalah keluarga dengan cara-cara yang dibenarkan Islam.
5. Banyak berdzikir
Rasulullah SAW bersabda, “…Dan aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah yang banyak. Perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti orang yang dicari-cari dan dikejar-kejar oleh musuh. Lalu ia mendapatkan benteng kokoh yang bisa melindungi dirinya dari kejaran musuh tersebut. Begitulah seorang hamba, dia tidak selamat dari gangguan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)
Dzikir kepada Allah SWt tidak hanya berupa ucapan atau bacaan, termasuk membaca isti’adzah. Dizkir juga bisa berupa perbuatan. Berpuasa termasuk dzikir, menuanaikan zakat termasuk dzikir, serta pelaksanaan ibadah lainnya. Begitu juga mengendalikan hawa nafsu saat mau terjerumus dalam kemaksiatan, lalu ia membatalkan kemaksiatan tersebut, itu juga merupakan dzikir. Tolong menolong antar anggota keluarga untuk mengingat dan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-NYa merupakan benteng yang kokoh.
6. Beristighfar dan bertaubat
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam mereka (masih hidup).’ Maka Allah menimpalinya, ‘Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku’.” (HR. Ahmad, al-Hakim, Thabrani dan Abu Ya’la).
Setiap kita tak luput dari kesalahan, maka dari itu Allah SWT menyediakan sarana untuk menebus kesalahan dan menghapus dosa yang ada, salah satunya adalah dengan membaca istighfar, lalu bertaubat secara benar. Dengan begitu, apabila ada keluarga yang telah melakukan keslahan, hendaklah diingatkan agar segera memperbaiki diri. Apabila telah melakukan kemaksiatan, hendaklah segera istighfar dan bertaubat. Dengan demikian syetan akan menangis karena celah yang ada segera ditutup, dan benteng keluarga jadi kokoh kembali.
7. Bergabung dalam komunitas muslim (berjama’ah)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menginginkan kenikmatan surga, maka hendaklah ia senantiasa hidup berjama’ah. Karena syetan itu bersama dengan orang-orang yang suka sendirian. Ia akan semakin jauh bila orang tersebut berdua.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadits hasan shahih)
Kekompakan keluarga harus kita jaga, agar satu sama lainnya terkontrol dan merasa disayangi dan diperhatikan. Shalat dilaksanakan dengan berjama’ah. Yang laki-laki di masjid, yang perempuan juga. Atau jika bisa berjama’ah di rumah, antar ibu dan anak perempuanya, itu akan lebih baik lagi. Makan juga bersama agar lebih berkah. Kekompakan dan kebersamaan akan menjadi benteng kokoh dalam keluarga, aman dari serangan syetan jin, dan selamat dari hasutan manusia. Insya Allah …

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s