Menjadi Aktivis Islam itu Bukan Aktivitas Temporer !

Para aktifis Islam, kegiatan Islam itu bukan aktivitas yang dikerjakan di sebagian waktu, lalu boleh anda tinggalkan pada waktu yang lain. Sama sekali tidak. Aktivitas Islam dan masuknya anda ke dalam islam ini lebih dari itu. Islam bukan sembarang aktifitas, seperti misalnya aktifitas budaya, atau olahraga, atau kepanduan, yang biasa anda geluti saat kuliah, lalu anda tinggalkan saat lulus. Atau aktifitas yang anda jalani kala masih membujang, lalu anda tinggalkan setelah menikah. Aktifitas Islam sama sekali tidak seperti itu .

Aktifitas Islam dan masuknya anda ke dalamnya adalah penyembahan anda kepada Allah SWT, dan seorang Muslim tidaklah layak berhenti dari aktifitas Islam, karena merupakan tuntutan penyembahan kepada Allah SWT hingga detik akhir kehidupannya.

Saudaraku, apakah anda tidak membaca firman Allah Ta’ala :
15:11

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini.” (Al Hijr 11)

Maksudnya, sembahlah Allah Ta’ala hingga kematian datang kepadamu. Al Quran tidak mengatakan, “Sembahlah Allah hingga anda lulus dari universitas, atau hingga anada berkeluarga, atau hingga anda sukses…”

Generasi salafush shalih memahami dengan baik ayat di atas. Kita lihat Ammar bin Yasir Ra masih ikut berperang d jalan Allah Ta’ala, saat berusia Sembilan puluh tahun. Saya katakana berperang bukan sekedar berdakwah, atau mengajar, atau engerjakan amar maruf nahi munkar. Disamping mengerjakan itu semua , Ammar bin Yasir berperang di jalan Allah , saat dia berada di usia, dimana tulang tulang sudah melemah, tubuh loyo, rambut beruban dan kekuatan menurun.

Abu Sufyan bin Harb Ra memotivasi tentara untuk berperang, padahal ia berusia tujuh puluh tahun. Begitu pula al Yaman dan Tsabit bin Waqsy, keduanya berperang di perang uhud, kendati berusia lanjut dan diberi kompensasi oleh Rasulullah SAW. Beliau menempatkan keduanya di barisan belakang bersama kaum wanita. Dan tentunya Rasulullah SAW terlibat dalam tujuh puluh perang setelah beliau berusia 54 tahun, bahkan beliau berumur enam puluh tahun saat hadir dalam perang tabuk, yang merupakan perang paling sulit bagi kaum muslimin…

Kenapa sekarang kita lihat banyak aktifis Islam tidak lagi menjadi aktifis Islam setelah lulus kuliah, atau menikah, atau sibuk bisnis ???

Mereka harus tahu bahwa permasalahan agama tidak bisa main main seperti itu, Allahu Ta’ala berfirman :
24:15

“Dan kalian menganggapnya ringan saja, padahal dia pada sisi Allah itu besar.” (An Nur :15)

Mana ikrar kalian yang dahulu anda berikan di depan Allah ta’ala, bukan hanya di depan manusia? Allah ta’ala berfirman,
33:15

“Dan perjanjian dengan Allah itu diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Ahzab :15)

Mana slogan yang dahulu anda gembar gemborkan ???

Akibat melanggat janji itu amat berat, terutama bagi orang yang tadinya tahu kebenaran, lalu berpaling…. Dahulu yang pernah merasakan manisnya iman, lalu terjerumus ke dalam kebatilan. Melanggar janji dengan Allah SWT adalah dosa paling besar , Allah berfirman :
48:10

“Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu menimpa dirinya sendiri” (Al Fath 10)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s