Hadits yang Terkait dengan Sabar lanjutan

Hadits ke-10

وعن عطاء بن أبي رباح قال قال لي ابن عباس رضي الله عنهما ألا أريك امرأة من أهل الجنة فقلت بلى قال هذه المرأة السوداء أتت النبي صلى الله عليه وسلم فقالت إني أصرع وإني أتكشف فادع الله تعالى لي قال إن شئت صبرت ولك الجنة وإن شئت دعوت الله تعالى أن يعافيك فقالت أصبر فقالت إني أتكشف فادع الله أن لا أتكشف فدعا لها متفق عليه

Ilustrasi (cipto.net)

dakwatuna.com – Atha’ bin Abu Rabah berkata bahwa Ibnu Abbas RA pernah berkata kepadanya, “Maukah kamu aku tunjukkan seorang wanita penduduk surga?”

“Tentu.”

“Wanita hitam ini pernah datang menemui Rasulullah dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku menderita penyakit ayan (epilepsi). Aku khawatir auratku terbuka saat aku tidak sadar. Karena itu, berdoalah kepada Allah untukku (agar penyakitku sembuh).’

Rasulullah menjawab, ‘Jika kamu mau, bersabarlah, dan kamu akan mendapatkan surga. Jika kamu mau, aku akan berdoa kepada Allah agar kamu disembuhkan.’

Wanita ini menjawab, ‘Aku akan bersabar. Namun, aku takut kalau auratku terbuka saat aku tidak sadar. Karena itu, berdoalah untukku agar aku tidak membuka auratku.’ Maka, Rasulullah pun berdoa untuknya.” (Muttafaq ‘alaih)

Pelajaran dari Hadits:

Pahala sabar adalah surga.
Penyembuh penyakit adalah doa yang disertai dengan obat yang diminum.
Bagi orang yang mampu, melaksanakan kewajiban lebih utama daripada mengambil rukhshah.

Hadits ke-11

وعن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال كأني أنظر إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم يحكي نبيا من الأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم ضربه قومه فأدموه وهو يمسح الدم عن وجهه يقول اللهم اغفر لقومي فإنهم لا يعلمون متفق عليه

Abu Abdurrahman, Abdullah bin Mas’ud RA berkata, “Rasulullah SAW pernah bercerita tentang seorang nabi yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah. Ia mengusap darah di wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka tidak mengerti.’” (Muttafaq ‘alaih)

Pelajaran dari Hadits:

Hadits di atas menjadi bukti bahwa para nabi mengalami berbagai penderitaan saat menyampaikan dakwah, dan mereka bersabar menghadapi penderitaan itu.
Salah satu sifat para nabi adalah menyikapi ketidakmengertian umatnya dengan pemberian maaf.
Tidak sepatutnya kita memperlakukan orang yang tidak mengerti sebagaimana mereka memperlakukan kita.
Nabi SAW pernah terluka pada Perang Uhud, namun beliau berdoa, “Ya Allah, ampunilah kaumku. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti.” Sikap beliau ini patut kita contoh.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s