sejarah Wahabi

Dari awal, ternyata pendiri Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab membantu Ibnu Suud untuk bughot terhadap Kekhalifahan Turki Usmani dengan dibantu kaum kafir harbi Inggris. Akibatnya Turki lemah sehingga Palestina pun jatuh ke tangan Inggris. Dari Inggris, Palestina diserahkan ke Zionis Yahudi.

penjajah Inggris membantu Wahabi dengan dana dan senjata untuk berontak kepada Kekhalifahan Islam Turki Usmani.

Wahabi membantai ummat Islam di Mekkah dan Madinah dengan alasan ummat Islam di Mekkah dan Madinah adalah kafir/musyrik. Jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah kafir/musyrik, lalu di mana ummat Islam yang lurus?

Ternyata, Muhammad bin Abdul Wahab lahir di Najd (Nejed), tempat yang dikatakan Nabi sebagai tempat kegoncangan, fitnah-fitnah, dan tanduk setan:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Inilah fakta sejarah tentang Najd:

Walau pun kaum Salafi berdalih bahwa Najd yang dimaksud bukan Najd di dekat Riyadh yang terkenal itu, tapi di Iraq, namun pendapat itu keliru.

Pertama saat Hadits itu muncul ada orang Najd asli (bukan dari Iraq). Jika bukan Najd itu yang dimaksud, tentu Nabi akan menjelaskan bahwa Najd di Iraq lah agar mereka tidak tersinggung dan tidak timbul FITNAH.

Kedua, di hadits lain disebut bahwa Najd yang dimaksud di sebelah timur Madinah. Jelas itu Najd di dekat Riyadh karena posisinya pas di timur. Sedang Iraq posisi di peta agak disebelah utara:

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)

Kaum Wahabi berdalih, apa iya seluruh penduduk Najd termasuk ulamanya adalah Fitnah dari Najd? Kalau kita bilang semua, tidak benar. Kasihan orang-orang Najd. Tapi jika kita bilang tidak ada satu pun juga tidak benar. Berarti kita menganggap Hadits Nabi tidak benar atau Ingkar Sunnah.

Jadi ada 1 Ahli Fitnah yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab beserta pengikutnya yang memang sering menimbulkan fitnah.

Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Yang jadi sasaran utama pengkafiran Wahabi adalah ummat Islam.

Mereka tuding ummat Islam yang bersyahadah dan sholat sebagai Musyrik, Kafir, Sesat, Ahlul Bid’ah, Penyembah Kuburan, dsb. Tak jarang bukan sekedar caci-maki, tapi juga mereka bunuh sebagaimana Muhammad bin Abdul Wahhab memerangi ummat Islam di Thaif, Mekkah, dan Madinah. Sementara kaum yang jelas-jelas kafir seperti Inggris yang Nasrani, Yahudi, Hindu, Budha, dsb justru aman dari lisan dan tangan mereka. Seandainya mereka mengkafirkan itu, cuma sambil lalu, kemudian balik mengkafirkan sesama Muslim.

Saat Mu’awiyah berontak kepada Khalifah Ali, Islam terbagi 3:
1. Sunni (Pendukung Mu’awiyah),
2. Syi’ah Ali (Pendukung Ali),
3. Khawarij.
Pada dasarnya Khawarij itu aqidah dan amalnya adalah Islam. Namun karena mereka mengkafirkan orang Islam di luar kelompoknya bahkan membunuh Sayidina Ali, maka jumhur ulama menganggap Khawarij keluar dari Islam. Bukan Islam.

Jadi meski mengaku “Menghidupkan Sunnah”, namun jika mengkafirkan orang yang membaca Syahadah dan Sholat (meyakini 6 rukun Iman dan melaksanakan 5 rukun Islam) apalagi sampai membunuhnya, mereka adalah Khawarij. Bukan Islam.

Dari Abu Huroiroh ra bahwasanya Nabi SAW bersabda:
إذا قال الرجل لأخيه يا كافر فقد باء به أحدهما

“Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka perkataan itu akan menimpa salah satu dari keduanya.” [HR Bukhari]

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengangkat senjata melawan kita, bukanlah termasuk golongan kita.” Muttafaq Alaihi.

Pada ayat-ayat Al Qur’an di atas juga dijelaskan jika orang Islam itu lemah-lembut terhadap sesama dan keras terhadap orang-orang kafir. Jadi jika terhadap sesama Muslim begitu keras seperti mengkafirkan bahkan membunuh, dia bukan Islam.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s