Orang orang yang bertaqwa bersaudara dan ber teman Dunia dan Akhirat

Orang orang yang bertaqwa bersaudara dan ber teman Dunia dan Akhirat
الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ (٦٧)

AL-AKHILLAA-U YAUMAIDZIN BA’DHUHUM LIBA’DHIN ‘ADUWWUN ILLAL MUTTAQIIN

QS:Az-Zukhruf 43 ayat 67. Teman-teman karib[1] pada hari itu saling bermusuhan[2] satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa[3].
Balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan kenikmatan di akhirat yang akan mereka peroleh, dan pentingnya memilih teman yang saleh lagi bertakwa.

ciri-cIRI Orang yang bertaqwa Ali Imran Ayat 133-137

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (١٣٥)أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (١٣٦ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُروا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (١٣٧)
Terjemah Surat Ali Imran Ayat 133-137

133. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit[1], dan orang-orang yang menahan amarahnya[2] dan mema’afkan (kesalahan) orang lain[3]. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan[4].

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri[5], segera mengingat Allah[6], lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya[7], dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.

137.[8] Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah[9]; karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Selanjutnya Allah ta’ala berfirman:

﴿ فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي ٢٩ وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي ٣٠﴾ [الفجر: 29-30]

“Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba -Ku. Masuklah ke dalam syurga -Ku”. (QS al-Fajr: 29-30).

Maksudnya dimasukan dalam golongan hamba-hamba -Ku. Kemudian firman -Nya: “Masuklah ke dalam syurga -Ku”. Dan ucapan ini di katakan padanya manakala dalam keadaan akan dicabut nyawanya dan kelak pada hari kiamat. Sebagaimana para malaikat juga memberi kabar gembira bagi mukmin tatkala mencabut nyawanya dan ketika baru bangun dari kuburnya.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam musnadnya dari haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya seseorang yang akan meninggal (pasti) di hadiri oleh para malaikat. Apabila dia orang yang sholeh, maka para malaikat berkata padanya: ‘Keluarlah, duhai jiwa yang baik, dalam tubuh yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan kabar gembira untukmu dengan surga dan Rabb yang tidak murka’. Dan ucapan tersebut senantiasa dilantunkan sampai kiranya ruh tersebut keluar kemudian mereka bawa menuju langit..

Kemudian diceritakan di akhir hadits ini: ‘Kemudian orang sholeh tersebut duduk di kuburnya lalu dikatakan seperti ucapan yang dahulu ketika nyawanya akan dicabut”. HR Ahmad 14/378 no: 8769.

Dan dikeluarkan oleh ath-Thabarani didalam Mu’jamul Kabir dengan sanadnya sampai kepada Sa’id bin Jubair yang menceritakan: ‘Saat Ibnu Abbas meninggal di Thaif, ada seekor burung yang tidak pernah ada yang serupa dengannya datang, lalu masuk namun tidak terlihat kapan keluarnya. Dan manakala beliau dikubur maka terdengar ada yang membaca ayat ini dari arah kuburnya sedangkan kami tidak mengetahui siapa yang membacanya:

﴿يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَئِنَّةُ ٢٧ ٱرۡجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةٗ مَّرۡضِيَّةٗ ٢٨ فَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي ٢٩ وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي ٣٠﴾ [الفجر: 27-30]

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai -Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga -Ku”. (QS al-Fajr: 27-30). [2]

Akhirnya kita ucapkan segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarga beliau serta seluruh para sahabatnya.

[1] . Sebagaimana penjelasan yang ada dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari no: 3340 dan Muslim no: 194.

[2] . Atsar ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarani dalam Mu’jamul Kabir 10/236 no: 10581. Al-Haitsami mengatakan didalam Majma’ Zawaid 9/285 bahwa para perawinya adalah shahih.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s