Salafy sesatkan Imam Nawawi dan Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani

Mereka tidak hanya berhenti hanya dengan lafadz kafir/sesat/bid’ah muslim yang tidak sependapat dengan mereka tapi, mereka juga mengkafirkan/mengsesatkan/membid’ahkan Ulama yang dengan secara keilmuan lebih jauh dari mereka! Siapakah mereka di bandingkan dengan Ulama seperti Ibnu Hajar Al-Asqolani dan Imam Nawawi Rahmatullah A’laihuma ?
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dunya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:
القَائِلُ كَلِمَةَ الزُّوْرِ وَالذِيْ يَمُدُّ بِحَبْلِهَا فِي الإِثْمِ سَوَاءٌ
“Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”
Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”
Ibnu Asakir rahimahullah berkata:
اعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب بلاه الله قبل موته بموت القلب فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم
“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”
Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:
من استخف بالعلماء ذهبت آخرته ومن استخف بالأمراء ذهبت دنياه ومن استخف بالإخوان ذهبت مروءته
“Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”
Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:
الوقيعة في أهل العلم لا سيما أكابرهم من كبائر الذنوب
“Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”
Berkata Malik bin Dinar:
كفى بالمرء شرا ألا يكون صالحا وهو يقع في الصالحين
“Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tak kala dia merendahkan orang- orang saleh.”
Mereka bukan saja mengkafirkan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, tetapi…. Imam Nawawi dan Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolany pun tidak terlepas dari mulut kotor dan keji mereka demi untuk mempertahankan pemahaman mereka !
Saudaraku….. Kenapa dengan Salafy ini ?
Salafy sangat benci dgn ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan ulamanya ?
Lihatlah dibawah ini seorang ulama Salafy yang menjadi rujukan utama oleh Salafy dan kitabnya diberikan secara gratis ketika kita semua pergi menunaikan umrah dan haji.
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Shahih Muslim) dan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Shahih Imam Bukhari) lantas dia menjawab: “Mengenai pegangan Imam Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (yaitu akidah) mereka berdua bukan dari dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”.
Imam Nawawi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar pun tak terlepas dari mulut kotor mereka Inilah bukti dari dakwaan Salafy terhadap mereka:
13

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s