Redupnya Kekhalifahan di Andalusia

Kekhalifahan Umayyah di Andalusia mulai meredup ketika Hisyam naik takhta pada usia 11 tahun.

Spanyol dikuasai peradaban Islam pada era kekuasaan Kekhalifahan Umayyah. Ketika itu, Bani Umayyah yang berbasis di Damaskus, Suriah, dipimpin Khalifah Al-Walid (705-715 M). Awalnya, kekuasaan Islam di Andalusia berada di bawah kendali Dinasti Umayyah. Setelah digulingkan Dinasti Abbasiyah, kendali berada di Baghdad.

Sejak 912 M, pada era kepemimpinan Amir Abdurrahman III, kekuasaan Islam di Andalusia memerdekakan Abbasiyah. Sejak itu, berdirilah Kekhalifahan Umayyah di Spanyol. Penguasanya mulai menggunakan gelar khalifah. Peradaban Islam di Spanyol sempat mencapai masa keemasannya dalam berbagai bidang.

Kekhalifahan Umayyah di Andalusia mulai meredup ketika Hisyam naik takhta pada usia 11 tahun. Akibatnya, kekuasaan dikendalikan para pejabat. Memasuki era 1013-1086 M, Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan yang berpusat di satu kota, seperti Toledo, Sevilla, Cordoba, dan sebagainya.

Menurut sejarawan Islam, Prof Badri Yatim, Kekhalifahan Umayyah di Andalusia hancur karena berbagai faktor. Pertama, konflik Islam dengan Kristen. “Para penguasa Muslim tak melakukan Islamisasi secara sempurna,” tutur Prof Badri. Penguasa Muslim hanya puas dengan menagih upeti kepada kerajaan-kerajaan Kristen.

Padahal, kehadiran Arab Islam di Spanyol telah memperkuat kebangsaan orang-orang Kristen. Pertentangan pun tak terelakkan. Pada abad ke-11 M, umat Kristen mengalami kemajuan yang pesat. “Sedangkan, umat Islam mengalami kemunduran,” ujar Prof Badri. Umat Islam pun terusir dari Spanyol pada 1492 M.

Kedua, tak adanya ideologi pemersatu. Salah satu kelemahan Umayyah Spanyol adalah tak menempatkan para mualaf tak diperlakukan sejajar dengan orang-orang Arab. Menurut Prof Badri Yatim, sebagaimana politik Dinasti Umayyah di Damaskus, orang-orang Arab tak pernah menerima orang-orang pribumi. Akibat merasa direndahkan, kelompok etnis non-Arab akhirnya menggerogoti kekuasaan.

Ketiga, kesulitan ekonomi. Pada paruh kedua Islam di Spanyol, para penguasa lalai memperkuat sektor ekonomi. Mereka, menurut Prof Badri Yatim, lebih serius membangun kota dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Akibatnya, keuangan negara menjadi lemah dan berimbas pada kekuatan politik dan militer.

Keempat, tak jelasnya sistem peralihan kekuasaan. Akibatnya, terjadi perebutan kekuasaan di antara ahli waris. Inilah yang membuat Bani Umayyah di Spanyol runtuh dan berubah dikuasai oleh raja-raja dari berbagai golongan atau Muluk al-Thawaif.

Kelima, menurut Prof Badri Yatim, peradaban Islam di Spayol sulit untuk meminta bantuan dari kekuatan Islam di tempat lain, kecuali Afrika Utara sehingga basis kekuasaan Islam di Spanyol habis setelah diusir Kerajaan Kristen.

Serangan Hulagu Khan Hingga Timur Lenk

Pada 1258 M, Kota Baghdad-ibu kota peradaban Islam-jatuh ke tangan bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Sebanyak 200 ribu tentara Mongol meluluhlantakkan Baghdad. Menurut Prof Badri Yatim, sejak itulah, peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan lenyap dibumihanguskan.

Kekuatan politik umat Islam pun menjadi rapuh. Kota Baghdad yang kaya akan bangunan-banguna megah diratakan dengan tanah. Pascaserangan yang sangat dahsyat itu, umat Islam kembali bangkit dari kehancuran. Upaya itu dilakukan selama satu abad.

Namun, upaya untuk bangkit itu kembali tersungkur setelah keturunan Hulagu Khan bernama Timur Lenk menyerang dan menghancurkan kota-kota Islam yang menjadi pusat peradaban. Serangan itu terjadi setalah 100 tahun Baghdad diserang Hulagu Khan.

Sejatinya, Timur Lenk sudah beragama Islam. Namun, jiwa penakluk yang diwariskan nenek moyangnya membuat Timur Lenk menyerang dan menghancurkan kota-kota Islam. Baghdad pun kembali diluluhlantakkan Timur Lenk. Akibatnya, sulit bagi peradaban Islam untuk kembali bangkit.

Dinasti yang Lepas dari Khalifah Abbasiyah

Persia:
1. Thahiriyyah di Khurasan (820-872 M)
2. Shafariyah di Fars (868-901 M)
3. Samaniyah di Transoxania (873-998 M)
4. Sajiyyah di Azerbaijan (878-930 M)
5. Buwaihiyyah (932-1055 M)

Turki :
1. Thuluniyah di Mesir (837-903 M)
2. Ikhsyidiyah di Turkistan (932-1163 M)
3. Ghaznawiyah di Afghanistan (952-1189 M)
4. Dinasti Seljuk

Arab:
1. Idrisiyyah di Maroko (788-985 M)
2. Aglabiyyah di Tunisia (800-900 M)
3. Dulafiyah di Kurdista (825-898 M)
4. Alawiyah di Tabaristan (864-928 M)
5. Hamidiyah di Allepo (929-1002 M)
6. Mazyadiyyah di Hillah (1011-1150 M)
7. Ukailiyyah di Maushil (929-1002 M)
8. Mirdasiyyah di Allepo (1023-1079)

Kurdi:
1. Al-Barzuqani (959-1015 M)
2. Abu Ali (990-1095 M)
3. Ayubiyah (1167-1250 M)

Spanyol:
1. Kekhalifahan Ummayah di Andalusia
Mesir :
1. Kekhalifahan Fatimiyah

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s