Taqlid, Ittiba’ dan Iqtida’

Taqlid adalah mashdar dari kata Qalada atau dari kata Qallada, yang artinya sama dengan kata Ittiba’ yaitu;

التعاليم او السنن المنقول بالسنة

artinya Tradisi (lihat al-Munawwir 1984, hal.1234). Hal ini terjadi dengan melihat adanya kebiasaan orang Arab yang mengatakan sebagai;

جعل القلادة فى عنقه

yaitu menggantungkan kalung di leher (al-Munjid…, Op-Cit, hal.649), sebagaimana seekor kambing yang lehernya sudah diikat dengan tambang yang dapat ditarik ke mana saja, sehingga wajar jika dalam prakteknya orang yang sudah bertaqlid dengan seorang mujtahid tidak mudah melepaskan diri dari ikatannya. Hal inilah yang sering menimbulkan sikap fanatisme (ta’ashub) dalam bermadzhab.

Karena hal itulah, Taqlid memiliki kesamaan arti dengan kata-kata Ittiba’ dan Iqtida’, hanya saja kata Taqlid lebih banyak dipakai dalam arti “mengikuti perbuatan-perbuatan (al-Syaukani, Irsyad…, Op-Cit, hal.265)”, dan Ittiba’ sering digunakan dalam masalah “mengikuti faham-faham (Wahbah Ushul…, Op-Cit, Juz II, hal.1149)”, dan Iqtida’ lebih sering dipakai untuk istilah-istilah dalam ilmu sosiologi dengan menggunakan istilah “Taqalid” yang berarti tradisi atau perbuatan-perbuatan yang bersifat tradisional dan tidak berdasar pada landasan syari’ah (Ibid).

Sedangkan menurut istilah, Taqlid ialah mengikuti pendapat orang lain dalam urusan keagamaan tanpa menyelidiki dalil-dalilnya dari al-Qur’an dan al-Hadits (al-Ghazali, al-Mustasfa…, Op-Cit, Juz II hal.122 dan al-Syaukani, Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad, Irsyad al-Fukhul ila Tahqiq al-Haqqi min ‘Ilm al-Ushul, Beirut Dar al-Fikr, Tth, hal.265 dan Ba ‘Alawy, Abdurrahman bin Muhammad bin Umar al-Hadlramai, Bughyah al-Mustarsyidin, hal.10) atau berarti mengikuti dan menerima hasil ijtihad para ahli tanpa upaya pemeriksaan terhadap dalil-dalil atau argumentasi-argumentasi yang dipakai oleh para mujtahid (Wahbah Ushul…., Op-Cit, Juz II, hal.1148). Begitu juga dalam kitab al-Ta’rifat mendefinisikannya sebagai berikut;

التقليد هو عبارة عن اتباع الانسان غيره بقول او فعل معتقدا للحقيقة فيه من غير نظر وتأمل فى الدليل

Taqlid adalah suatu ungkapan yang mencerminkan sikap seseorang yang mengikuti orang lain, baik dalam pendapatnya maupun dalam perbuatannya dengan meyakini realitasnya tanpa melakukan penyelidikan dan pemikiran terhadap dalilnya (al-Jurjani, al-Ta’rifat, hal.65)

Dari definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa semua tindakan tidak dapat dikatagorikan sebagai tindakan taqlid, jika bentuknya seperti di bawah ini;

  1. Tindakan yang berdasarkan pada ayat al-Qur’an atau al-Hadits atau al-Ijma’, baik ijma’ sahabat, tabi’in maupun ijma’ para mujtahid.
  2. Tindakan orang awam yang bertanya kepada seorang mufti atau qadli (al-Syaukaniy, Bughyah…, Op-Cit, hal.271).
  3. Tindakan seorang hakim yang memutuskan suatu perkara berdasarkan kesaksian orang yang adil (Wahbah Ushul.., Op-Cit, Juz II, hal.1177)
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s