Rasulullah saw; Al-Qudwah (Teladan)

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat & salam atas Rasulullah saw beserta keluarga, sahabat & orang-orang yang mengikuti mereka dgn ihsan hingga  hari pembalasan.. selanjutnya:
Rasulullah saw datang membawa agama mulia yang menegakkan keadilan, mewujudkan kesetaraan, menghancurkan kezhaliman, meruntuhkan para thaghut, & membangun umat yang mulia serta mengajarkan manusia pada prinsip-prinsip kebebasan & persaudaraan… karena itulah pada masa awal sejarahnya umat manusia berada dibawah naungan keadilan, kesetaraan & kasih sayang.. tanpa perpecahan walaupun beda warna, bangsa, kedudukan atau keyakinan. Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
(Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan utk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Al-Anbiya:107
Dan Allah menggabungkan dua sifat Nabi yang berasal dari nama-nama Allah SWT; bersimpati & kasih sayang. Allah berfirman
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan & keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (At-Taubah:128)
Rasulullah saw tidaklah memberikan warisan kepada kita dlm bentuk harta (Dinar atau dirham).. namun beliau memberikan warisan berupa amanah kehidupan secara menyeluruh yaitu Islam & meninggalkan kepada kita pembela kehidupan disepanjang masa yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah tali Allah SWT yang membentang dari langit & bumi, satu sisi ada ditangan-tangan kita & sisi lainnya ada ditangan (kekuasaan) Allah. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah maka akan mendapatkan kemudahan jalan menuju Allah, dgn tali Allah manusia akan kuat. Sebagaimana pula Nabi saw meninggalkan kepada kita manhaj ilmiah dlm berbagai sisi kehidupan, barangsiapa yang mengikutinya akan selamat dari kesesatan menuju cahaya hidayah, hidup bahagia & sejarah & mendapat kemenangan berupa surga.
Dari Abu Hurairah ra berkata:
إِنِّى قَدْ خَلَّفْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا مَا أَخَذْتُمْ بِهِمَا أَوْ عَمِلْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِى وَلَنْ تَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَىَّ الْحَوْضَ
 ”Sesungguhnya Aku telah meninggalkan kepada kalian sehingga kalian tak akan tersesat setelah kalian berpegang teguh kepada keduanya;  kitabulla & sunnahku, & tak akan terbecah belah sehingga diberikan kepada Aku sebuah lembah” (Baihaqi)
Dan dakwah kita tergadaikan oleh dua unsur agung tadi & dgn sirah para salafussalih -semoga Allah merahmati mereka semua-, Imam Al-Banna berkata: “Dakwah kita adalah islamiyah, dgn berbagai kondisi membawa satu kata yang memiliki makna, maka fahamilah sesuai dgn kehendak anda setelah itu, apa yang anda fahami hendaknya terikat dgn kitab Allah, sunnah Rasul-Nya & sirah salafussalih dari umat Islam. Adapun yang berhubungan dgn kitab Allah adalah asas utama Islam & penopangnya, sementara sunnah Nabi adalah pemberi penjelasan & pensyarahnya, sementara sirah salafussalih adalah para pelaksana seluruh perintahnya & penerus ajaran-ajarannya, mereka adalah contoh yang kongkret & gambaran hidup terhadap perintah & ajaran-ajaran Islam”. Jika ditanyakan: Kepada apa kalian menyeru? maka katakanlah: kami menyeru kepada Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, sedangkan pemerintahan ada bagian darinya, & kemerdekaan adalah salah satu kewajibannya”.
Rasulullah adalah Al-Qudwah & Al-Uswah
Bahwa diantara jalan tarbiyah yang besar pengaruhnya dlm jiwa adalah tarbiyah dlm bentuk ta’assi (mencontoh) & al-Qudwah (meneladani)
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah & (kedatangan) hari kiamat & Dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab:21)
Sirah Rasullah saw & manhajnya adalah sebaik-baik pendidikan bagi setiap insan; seorang pemimpin, seorang politikus, seorang guru (pendidik), seorang suami & seorang bapak. Beliau adalah contoh manusia yang sempurna bagi setiap orang yang ingin mendekati kesempurnaan dgn gambaran yang menakjubkan, oleh karena itulah sejak berdirinya dakwah ini diantara slogan kita adalah “Rasul adalah teladan kami” & oleh karena itu pula Ikhwanul muslimin tak menyeru kepada seorang pemimpinpun selain rasulullah saw. Slogan mereka adalah “Rasul adalah pemimpin kami”. Dan seorang muslim tak mungkin mendapatkan kecintaan Allah kecuali dgn mengikuti petunjuk Rasulullah saw. Allah berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Ali Imran:31)
Bahkan ketika sebagian ikhwan pada salah satu perkumpulan menyeru & menyanjung ustadz Hasan Al-Banna, maka beliau sangat marah & melarang utk mengulanginya kembali dlm kondisi apapun.
Oleh karena itu, umat Islam wajib mencontoh Rasulullah saw, berakhlak dgn Al-Qur’an Al-Azhim, karena akhlak Nabi adalah Al-Qur’an, & dgn ini pula mereka menghiasi diri dgn akhlak & kebaikan-kebaikannya. Rasulullah saw bersabda:
إنما بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ حُسْنَ الْأَخْلاَقِ
“Tidaklah Aku diutus kecuali utk menyempurnakan akhlak mulia” (Malik)
Dan Allah memujinya dgn firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Al-Qalam:4)
Beberapa Potret kehidupan Rasulullah saw yang dapat mencerahkan jalan hidup kita
Bahwa bangsa Arab & umat Islam secara umum saat ini sangat membutuhkan akan cahaya yang terang benderang yang berasal dari cahaya & petunjuk Nabi saw, melenyapkan kegelapan yang menyelimuti mereka, yang diiringi dgn memancarnya fajar kemerdekaan & cahaya keadilan serta lahirnya kemuliaan & kekuatan bagi umat ini. Berikut ini beberapa potret tarbawiyah dari kehidupan Rasulullah saw:
Sikap beliau saat meletakkan hajar aswad
Pada saat terjadi perselisihan diantara kabilah suku Quraisya siapa diantara mereka yang berhak meletakkan hajar aswad, mereka bersepakat bahwa orang yang berhak memberikan keputusan perkara mereka adalah orang yang pertama kali masuk pada salah satu pintu masuk masjid & berasal dari kalangan Bani Hasyim, Dan Nabi adalah orang yang pertama kali masuk pintu tersebut, maka merekapun berkata: “Ini dia Muhammad, dia adalah sosok yang jujur & dipercaya, kami ridha dgn keputusannya, maka beliaupun akhirnya melakukan tugasnya, beliau membentangkan sorbannya & meletakkan hajar aswad di atasnya, & beliau meminta empat pemimpin dari setiap kabilah utk memegang setiap ujung sorban tersebut, sehingga mereka semua ikut mengangkatnyq, & setelah itu beliau dgn tangannya yang penuh berkah beliau meletakkan hajar aswad ditempatnya semula. Akhirnya mereka puas dgn kejujuran & kepercayaan Nabi saw, & para kabilahpun cukup puas dgn keputusannya & merasa diperlakukan dgn adil dlm keputusannya.
Sungguh, kita saat ini sangat membutuhkan sikap jujur dihadapan umat manusia; baik dlm ucapan maupun perbuatan, menjadi orang yang amanah (dapat dipercaya) utk kemaslahatan umat & bangsa, bersungguh-sungguh menegakkan keadilan, sehingga tak ada tempat setelah ini bagi orang yang berdusta & membohongi umat & bangsanya sendiri, tak ada kerelaan setelah ini kepada orang yang berkhianat terhadap amanah yang diberikan oleh bangsa utk ditunaikan… atau melakukan kecurangan & kejahatan pada jabatan mereka, melakukan kezhaliman terhadap bangsa atau menyia-nyiakan & mengabaikan hak-hak bangsa mereka.
Harus ada kebijakan pada satu kesepakatan antara faksi-faksi yang beragam, berusaha utk menyatukan barisan sebagai asas utama menuju kebangkitan umat & menegakkan bangunan suatu negara.
Kami senantiasa membawa kebaikan bagi umat manusia
Islam selalu mengajak pada perbuatan baik, berkorban dgn sesuatu yang baik utk manusia, & hal tersebut merupakan perangai & akhlak terpuji Rasulullah saw; dimana siti Khadijah pernah mensifati beliau dgn ungkapan:
أَبْشِرْ فَوَاللَّهِ لَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا وَاللَّهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ
“Sekali-kali tidak, bergembiralah, demi Allah, Dia tak akan menghinakanmu selamanya! sesungguhnya engkau pasti akan menyambung silatrrahim, berkata yang benar, menanggung kepayahan, memuliakan tamu, menolong orang membutuhkan pada kebenaran”. (Muslim)
Ini adalah salah satu sisi dari sifat beliau sebelum dibangkitkan, memberikan kebaikan di tengah masyarakat yang beliau hidup di dalamnya, & ketika beliau hijrah maka pertama yang beliau ucapkan adalah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
“Wahai manusia tebarkanlah salam, berikanlah makan, jalinlah silaturrahim, tunaikanlah shalat malam saat manusia tertidur pulas niscaya kalian dapat masuk surga dgn penuh keselamatan”. (Ibnu Majah)
Karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha memiliki sifat ini, menyebarkan salam & memberikan kebahagiaan ke dlm hati-hati manusia, memenuhi kebutuhan mereka, mengeratkan tali ikatan & saling menolong diantara umat Islam, memperkokoh tali hubungan kepada Allah, khususnya di tengah kegelapan malam.. membentengi mereka dari perpecahan & pertikaian yang dapat menyebabkan kegagalan & kehancuran.
Semua itu, umat kita sangat membutuhkannya, & pintu kebaikan sangatlah luas di dalamnya, utk dapat memahami usaha para ulama yang ikhlas yang sangat mencintai negeri mereka & bekerja utk menuju kebangkitannya.. memberikan kebaikan bagi umat manusia tanpa memandang perbedaan.
Dalam tafsir Fakhrurrazi saat menafsirkan firman Allah:
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُم
“Engkau tidaklah mampu memberikan petunjuk kepada mereka” (Al-Baqarah:272)
Disebutkan:”Bahwa engkau tidaklah mampu memberikan petunjuk pada orang yang menentangmu sehingga menghalangi memberikan sedekah agar mereka mau masuk Islam, maka bersedekahlah kepada mereka karena Allah, jangan berhenti utk melakukan demikian hanyak karena keislaman mereka, bandingannya adalah firman Allah:
لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Allah tak melarang kamu utk berbuat baik & Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama & tak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. (Al-Mumtahanah:8)
Semangat utk tetap teguh & menebarkan optimisme
Diantara sunah yang senantiasa terus berlangsung adalah perseteruan antara al-hal & al-batil, adanya ujian & penyeleksian para pembawa kebenaran, namun kemenangan tetap akan berpihak pada kebenaran walaupun pada jaulah terakhir, & kewajiban mereka adalah agar senantiasa tsabat, yakin akan dukungan Allah yang akan memberikan kejayaan & menghilangkan mereka dari rasa takut & memberikan ketenteraman di tanah air mereka.. Allah berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu & mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, & sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya utk mereka, & Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dlm ketakutan menjadi aman sentausa”. (An-Nur:55)
وعَنْ خَبَّابِ بْنِ الأَرَتِّ، قَالَ: شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الكَعْبَةِ، قُلْنَا لَهُ: أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا، أَلاَ تَدْعُو اللَّهَ لَنَا؟ قَالَ: “كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الأَرْضِ، فَيُجْعَلُ فِيهِ، فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ، وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ عَصَبٍ، وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرَ، حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ، لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللَّهَ، أَوِ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ، وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ
Dari Khabbab bin al-Arat ia berkata, “Kami mengadu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam saat beliau menjadikan kain selimut beliau sebagai bantal di sisi ka’bah. Kami katakan kepada beliau, ‘Mengapa engkau tak memintakan pertolongan (kepada Allah) bagi kami? Mengapa engkau tak berdoa kepada Allah utk kami?’ Beliau menjawab, ‘Di antara umat sebelum kalian ada seseorang yang digalikan lubang untuknya, lalu ia dimasukkan ke dalamnya, diambillah sebilah gergaji, & kepalanya pun digergaji di bagian tengahnya. Namun hal itu tak menyurutkannya dari memegang agamanya kuat-kuat. Lalu diambillah sisir dari besi & disisirkan pada kepalanya sehingga kulitnya terkelupas & tampaklah tengkorak kepalanya. Namun hal itu pun tak membuatnya bergeser dari agamanya. Demi Allah, bersabarlah, kalian, karena Allah akan menyempurnakan agama ini sampai ada orang yang berjalan dari Shan’a menuju Hadramaut, ia tak takut akan sesuatu pun selain Allah atau serigala yang hendak menerkam kambing-kambingnya. Sungguh, kalian terlalu tergesa-gesa.” (Bukhari)
Dari pemahaman ini salah seorang dari Ikhwan mengalami & tetap bersabar menghadapi berbagai siksaan di penjara penguasa zalim, namun ungkapan yang senantiasa disenandungkan adalah:
هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Inilah yang dijanjikan Allah & Rasul-Nya kepada kita”. & benarlah Allah & Rasul-Nya. & yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman & ketundukan”. (Al-Ahzab:22)
Seiring dgn kabar gembira berupa kemenangan, maka kita berhak menerima ganjaran & berkewajiban menghadap Allah SWT dgn meningkatkan ketaatan kepada-Nya, meningkatkan keikhlasan & ketawadu’an, serta meningkatkan keyakinan bahwa Allah SWT akan menyempurnakan nikmat-Nya & mewujudkan misi yang dibangun oleh suatu bangsa karena-Nya; karena Allah SWT telah berjanji akan menjatuhkan ancaman-Nya kepada para pelaku kezaliman & kejahatan & membela & memberikan kemenangan bagi orang-orang beriman:
بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. & Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (Ar-Rum:47)
Lapang dada & memaafkan
Bahwa menimpakan kata-kata buruk pada hati seorang muslim adalah lebih buruk daripada menimpakan pecutan pada tubuhnya, karena hal tersebut dapat menyempitkan dada padanya. Begitu banyak tuduhan yang dilontarkan oleh media dlm bentuk kebohongan & kedustaan terhadap Ikhwanul Muslimin, namun mereka tetap berada dlm mengikuti & meneladani Rasulullah saw. Allah telah berfirman:
 وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ  وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dgn memuji Tuhanmu & jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat). Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (Al-Hijr:97-99)
Karena itu, seorang muslim harus senantiasa sibuk dgn dirinya dari apa yang mereka ucapkan, tak membalasnya kecuali hanya sibuk dgn berzikir kepada Allah & beribadah serta beramal dgn hal-hal yang bermanfaat utk manusia, menghubungkan kebaikan yang dibawanya utk orang lain, meneguhkan hatinya utk senantiasa lapang dada & mengedepankan maaf
فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلامٌ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka & Katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)”. (Az-Zukhruf:89)
Inilah jalan yang mampu melemahkan kerasnya permusuhan & melunturkan pertikaian
وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
“Dan tidaklah sama kebaikan & kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dgn cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu & antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”. (Fushilat:34)
Berbagai peristiwa yang terjadi adalah tafsiran kongkret ayat-ayat Al-Qur’an
Wahai umat Islam, bacalah tafsir ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim, diantaranya tentang realita yang mampu menumbuhkan nilai-nilai & menjadikannya hidup & bergerak, kalian akan dapat melihat bahwa mereka yang dijatuhi hukuman mati akan senantiasa hidup berbeda dgn orang yang telah menjatuhi hukuman mati & orang-orang yang dijatuhi hukuman penjara tetap bebas dari ikatannya daripada orang yang telah membelenggunya, & orang yang terhalangi geraknya utk bisa mencapai pada suatu tempat sehingga bisa berkhidmah kepada bangsanya, mampu ditembus & sampai kepada mereka; ikut bermalam suntuk dgn penuh kenyamanan, sementara para pendahulu mereka pergi begitu saja, begitu pula dgn mereka yang terusir jauh dari negeri & keluarganya, dapat kembali dgn penuh keperkasaan, kemuliaan & kebanggaan, & mereka yang terkungkung di dlm negerinya sendiri & tertahan utk bisa melakukan safar, dapat leluasa pergi & melakukan safar kemana saja yang diinginkan tanpa ada ikatan apapun… & akan datang setelah ini insya Allah beberapa buah revolusi Mesir yang penuh berkah, semua itu & yang lainnya dapat kita saksikan secara real & terasa di Mesir, di Tunisia & di Libia… ini merupakan tafsiran real akan firman Allah:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ  وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الأرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ
“Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri Kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang- orang yang zalim itu, & Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku & yang takut kepada ancaman-Ku”. (Ibrahim:13-14)
Dan firman Allah:
 إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ  وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. & masa (kejayaan & kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); & supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. & Allah tak menyukai orang-orang yang zalim, & agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) & membinasakan orang-orang yang kafir”. (Ali Imran:140-141)
Wahai Umat Islam.. semua itu & yang lainnya memberikan ma’rifah & kemantapan, menjelaskan akan makna-makna yang baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim, semakin faham bahwa Al-Qur’an adalah benar & nyata, memberikan ketenteraman hati, meningkatkan keteguhan & memperbaharui cita-cita
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi & pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar”. (Fushilat:53)
Dan ketahuilah bahwa jika manusia menjatuhkan hukuman maka hukum terakhir ada pada Allah SWT, tak lain bagi seorang muslim yang dapat dilakukan kecuali tsabat (teguh) pada kebenaran, bersabar & berserah diri kepada Allah sehingga Allah yang menerapkan hukum Allah SWT
وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, & bersabarlah hingga Allah memberi keputusan & Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya”. (Yunus:109)
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لا يُوقِنُونَ
“Dan bersabarlah kamu, Sesungguhnya janji Allah adalah benar & sekali-kali janganlah orang-orang yang tak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu”. (Ar-Rum:60)
إِنْ أُرِيدُ إِلا الإصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Aku tak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. & tak ada taufik bagiku melainkan dgn (pertolongan) Allah. hanya kepada Allah aku bertawakkal & hanya kepada-Nya-lah aku kembali”. (Hud:88)
Allahu Akbar
Dan segala puji hanya milik Allah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s