PENYEBAB LEMAHNYA IMAN DAN IBADAH

Insya Allah Ramadhan yang kita jalani ini, kita tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari terutama semangat dalam beribadah.

Sungguh fenomena yang menyedihkan melihat kondisi kaum muslimin dimana-mana cepat sekali melemah semangatnya dalam beribadah, padahal ini baru beberapa hari berjalan di Bulan Ramadhan.

Terlihat di Musholla atau di Masjid-Masjid yang awalnya penuh dengan jama’ah yang melaksanakan sholat tarawih dan dilanjutkan dengan acara tadarusan, itu hanya bertahan 2 – 3 hari saja, malam-malam selanjutnya Shof jama’ah mulai maju karena yang dibelakang telah ditinggalkan.

Terpal dan Tikar yang tadinya digelar di halaman bahkan dijalan-jalan untuk menampung jama’ah yang diluar kini sudah tergulung dan disimpan kembali di gudang. Pertanyaannya Kemana semua jama’ahnya???? kenapa terjadi fenomena seperti ini???

Itulah tanda-tanda futur dan melemahnya iman yaitu rasa malas dan berhenti dalam beribadah. Keimanan pada Hati manusia selalu memiliki keadaan maju dan mundur (Al imaanu yadziidu wa yankus) ketika seseorang yang bersikap konsisten mengalami malas dan jemu (futur) maka hal ini merupakan suatu alami dan biasa, akan tetapi bahaya besar akan terjadi, jika sikap malas dan jemu itu terus berkepanjangan, apalagi sampai meninggalkan ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah.

Ada beberapa faktor diantaranya yang mempengaruhi berkurangnya semangat ibadah kita yaitu :

  1. Niat yang kurang ikhlas….
  2. Kebiasaan buruk masa lalu
  3. Kurangnya motivasi
  4. Kurangnya ilmu

Yang pertama masalah NIAT, Nilai suatu perbuatan amat tergantung pada niat.  Diriwayatkan bahwa Umar bin Khottob ra berkata Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya pekerjaan2 itu tergantung pada niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan ganjaran perbuatannya sesuai dengan apa yang diniatkan.

Hanya orang yang berniat dengan penuh keikhlasan saja yang tidak akan bergeming dari godaan-godaan syetan.  Sebagaimana firman Allah SWT:

Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas diantara mereka” (Qs. Al Hijr: 40).

Yang Kedua Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan.

Kebiasaan yang kita lakukan akan mempengaruhi semangat dalam ibadah. Kebiasaan yang buruk atau yang perbuatan melalaikan ibadah dapat kita lawan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan niat yang ikhlas serta membiasakan diri dengan do’a :

 

“ Wahai dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”

Orang yang bersungguh-sungguh dalam melawan hawa nafsu untuk mencari keridhoaan Allah SWT maka   Allah SWT menunjukkannya.

Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhoan kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.” (Al Ankabut: 69).   

Yang ketiga yaitu kurangnya MOTIVASI.

Motivasi yang kuat dapat menumbuhkan ghiroh atau semangat yang besar.  Motivasi yang utama dalam kita beribadah adalah mengharapkan keridhoaan Allah SWT dan yang kedua adanya PAHALA yang besar yang dapat menjadi bekal kita di akherat yang akhirnya dapat menghantarkan kita pada Syurga yang Allah SWT janjikan kepada orang-orang yang bertaqwa.

Yang ke empat kurangnya Ilmu, minimnya ilmu yang kita miliki mempengaruhi kualitas dan kuantitas amalan ibadah kita.  Bagaimana kita bisa beribadah dengan benar bila kita tidak mempunyai pengetahuan di dalamnya dan bagaimana kita dapat memperbanyak amalan ibadah bila kita tidak mengetahui adanya amalan ibadah yang harusnya kita lakukan.

SEMOGA setelah kita mengetahui, ada beberapa faktor yang mempengaruhi lemahnya iman dan ibadah kita, semoga kita dapat segera mengupdate dan mengupgrade kembali ibadah kita serta iman kita. Amin…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s