Yang diinginkan musuh-musuh Islam.

Hasilnya memang tepat seperti yang diinginkan musuh-musuh Islam.

Islam kini tinggal ahlaq – tanpa jihad,

Islam kini tinggal ibadah (ritual) – tanpa syari’ah,

Islam kini boleh menyinari rumah, tapi bukan pasar, pabrik atau bank,

Islam kini boleh menguasai masjid, tapi tidak menguasai kantor,

Islam kini boleh bicara tentang akherat, tapi tidak tentang negara,

Islam yang boleh disanjung adalah Islamnya para pertapa shufi, dan bukan Islamnya umara’ yang zuhud, ulama faqih yang zuhud, aghniya’ yang zuhud atau mujahidin yang zuhud.

Islam yang tidak mampu menolong ummatnya sendiri, baik di Bosnia, Palestina, Chechnya atau Sudan, apalagi menolong dunia dari disorientasi kehidupan, dari AIDS, dari kerusakan lingkungan, dari kesewenang-wenangan para kapitalis di era globalisasi.

dan Qur’an boleh didendangkan di MTQ, dan bukan di Pengadilan,

dan Qur’an boleh dibacakan pada orang mati, bukan pada orang hidup,

dan Qur’an boleh diajarkan di pesantren, dan bukan di universitas,

dan Qur’an boleh untuk menghitung pembagian zakat, namun bukan untuk membagi kekayaan alam dengan adil,

Islam semakin jauh dari kehidupan, dan Ummat Islam semakin mundur, meskipun kadang mereka merasa “ada kebangkitan”, ketika melihat masjid penuh, MTQ semarak, dan para pejabat berlomba naik haji.  Namun mereka bingung, ketika ketidakadilan tetap saja langgeng, dan korupsi, kolusi serta manipulasi malah justru makin menjadi.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s