Syukur

Allah SWT berfirman, “Jika kalian bersyukur sungguh akan Kami tambah Nikmat kalian, akan tetapi jika kalian ingkar (ketahuilah) sesungguhnya azab Allah sangat pedih” (Ibrahim: 7).

Pernahkan kita berpikir tentang fasilitas gratis yang diberikan Allah kepada kita: nyawa, udara, air, kesehatan, kesempatan, kelengkapan anggota tubuh, kemampuan berpikir, daya rasa dan sebagainya? Atau ketika kita makan, pernahkah kita berpikir bagaimana asal makanan, cara pengolahan, siapa yang menanam, dan siapa yang menumbuhkan serta membesarkan dengan segala fasilitasnya? Atau saat kita menanam tanaman, berapa prosen kita dalam menumbuhkan tanaman itu, yang tiba-tiba saja sudah besar, berbunga, dan berbuah? Siapakah yang memberi dan merancang buahnya? Allahu Akbar, semua itu adalah karunia dan kekuasaan Allah semata.

Penting disadari bahwa ketika kita bersyukur, sebenarnya kesyukuran itu adalah untuk kita, kebutuhan kita dan kembalinya untuk kita juga. Allah berfirman, “Wa man syakara fa-innamaa yasykuru kariimun… Dan barangsiapa bersyukur, sesungguhnya syukur itu untuk dirinya sendiri dan barangsiapa kufur sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia“.

Makna syukur adalah memanjatkan pujian kepada sang Maha Pemberi Nikmat, atas keutamaan dan kebaikan yang dikaruniakan kepada kita.

Rukun-rukun Syukur

Yaitu segala hal yang wajib dipenuhi agar kita bisa bersyukur secara sempurna, yaitu:

  • Mengakui kenikmatan secara bathiniyah
  • Mengucapkannya secara lahiriyah
  • Menggunakannya sebagai motivasi untuk meningkatkan ibadah kepada Allah

Syukur berarti perpaduan perilaku antara amalan hati, lisan dan anggota badan. Ini berarti ciri orang yang jujur dan juga syarat agar iman terwujud sempurna.

Termasuk dalam wujud syukur adalah menempatkan segala pemberian Allah untuk mencari keridhaan-Nya. Proporsional, adil menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Lisan untuk berkata baik, tangan untuk bekerja dan ibadah, mata untuk membaca dan menelaah ayat-ayat Allah, telinga untuk mendengar yang baik, perut diisi dengan barang halal, hati disuburkan dengan dzikrullah, dan seterusnya dalam segala amal yang dicintai Allah.

Keutamaan Syukur

  • Memperoleh kenikmatan melebihi kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang lain (Al-An’am: 53).
  • Diberi tambahan dari nikmat yang sudah ada(Ibrahim: 7).
  • Diberi pahala yang sangat besar (Ali Imran: 145).

Macam-macam Syukur

  • Syukur dengan hati adalah dengan rakus terhadap kebaikan dan menyebarluaskannya kepada orang lain.
  • Syukur dengan lidah, yakni menampakkan syukur itu kepada Allah dengan cara memuji-Nya.
  • Syukur dengan anggota badan, yakni mempergunakan anggota badan untuk taat kepada-Nya dan tidak digunakan untuk mendurhakai-Nya.
  • Syukur dengan mata, dengan menutup aib yang dilihatnya pada semua orang.
  • Syukur dengan telinga, yakni menutupi semua aib yang didengarnya.

Teladan Syukur Rasulullah

Disebutkan dalam Shahihain bahwa Nabi SAW tidak pernah meninggalkan qiyamullail (shalat malam), hingga kaki Beliau bengkak. Maka ketika ada yang bertanya kepada Beliau, “Ya Rasulullah, mengapa Anda rajin menunaikan shalat malam, bukankah Allah telah menjamin bahwa Anda bebas dari segala dosa, baik yang telah lalu maupun yang akan datang?” Beliau menjawab, “Afalaa akuuna ‘abdan syakuuran?… Tidak bolehkah Saya menjadi hamba yang bersyukur?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s