Prinsip-Prinsip Dalam Totalitas Islam

Allah Azza wa Jalla berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan) dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu” (Al-Baqarah: 208).

Isu penting dan mendasar yang tengah menimpa umat Islam adalah hilangnya pemahaman yang utuh dan menyeluruh terhadap Islam. Akibatnya terjadi berbagai kerusakan di pelbagai bidang kehidupan. Di bidang akidah keimanan terjadi penyelewengan dan kesyirikan. Di bidang moral terjadi degradasi, pelecehan dan kontradiksi moral. Di bidang ibadah tumbuh adanya penyelewengan ibadah yang tidak diajarkan dalam Islam. Di bidang perekonomian umat Islam berada dalam posisi pinggir atau marjinal. Di bidang sosial politik umat Islam tidak memiliki peran yang berarti, terlebih di bidang sains dan teknologi boleh dikata kita tidak memegang “kuncinya” padahal kita yang punya gudang dan sumbernya. Demikian juga dalam komunikasi informasi didominasi oleh Yahudi yang selamanya, terus-menerus dan senantiasa memusuhi Islam dan umat (Al-Baqarah: 120, 217).

Sebagai umat Islam kita harus sadar akan keberadaan dan tanggung jawab kita untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Karena kitalah yang diamanahkan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi (Al-Baqarah: 21). Karena hanya orang-orang mukmin yang akan menegakkan ibadah kepada Allah, memakmurkan bumi dan menegakkan syariat Allah sehingga tercipta rahmatan lil ‘alamin. Dan tugas itu mau tak mau harus dimulai dari diri kita masing-masing, sebagai pribadi, keluarga, masyarakat maupun umat Islam secara keseluruhan.

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan di mana kini dan yang akan datang, yaitu memahami Islam dengan pemahaman Islam utuh dan menyeluruh.

Pertama. Memahami aqidah Islam sebagai landasan kehidupan kita, yang mendasari dan menjadi sumber aspirasi dan inspirasi bagi orang-orang beriman.

Kedua. Memahami ibadah dalam Islam sebagai perwujudan dan ketundukkan serta kepasrahan kita sebagai hamba yang lemah dan miskin, tidak memiliki sesuatu apapun tanpa seizin Allah. Allah telah menciptakan, memberikan rezeki, memelihara kita dan mencukupi segala kebutuhan kita, maka hanya kepada-Nya-lah kita menyembah dan memohon pertolongan.

Ketiga. Memahami akhlaq Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah serta teladan Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Teladan paripurna dari setiap sisi kehidupan. Mencakup segala sisi kemanusiaan sehingga manusia dalam kapasitas apapun dan bagaimanapun dapat meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai idola kehidupan (Al-Ahzab: 21; Al-Qalam: 4; Ali Imran: 31, 80).

Prinsip pemahaman Islam secara menyeluruh:

Islam adalah risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh masa atau geografis tertentu, “wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamin… dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam (Al-Anbiya’: 107).

Tidak ada Nabi lagi sesudah Muhammad SAW dan tiada kitab lagi setelah Al-Qur’an dan tiada agama lagi setelah Islam, karena Islam telah sempurna dan menyempurnakan, al yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa radhiitul Islaama diinan… pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama…” (Al-Maidah: 3).

Islam adalah satu-satunya agama atau risalah masa depan, di samping sebagai risalah yang mulia dan jaya di masa lalu. Demikian juga Islam pasti akan jaya di masa depan dan dimenangkan atas segala agama (At-Taubah: 33; Ash-Shaff: 10).

Semua Nabi menyatakan bahwa mereka Muslim, Nuh as (Yunus: 72); Ibrahim dan Ismail (Al-Baqarah: 128); Ibrahim dan Ya’qub (Al-Baqarah: 132); Yusuf (Yusuf: 101); Musa (Yunus: 84); Sulaiman (An-Naml: 31). Kaum Hawariyyin berkata kepada Isa as (Ali Imran: 152), dan masih banyak lagi di dalam Al-Qur’an.

Islam adalah agama yang berbicara kepada seluruh umat, suku, bangsa, dan semua status sosial (Al-A’raf: 158; Al-Anbiya: 107; Al-Furqan: 1; Shaad: 87).

Islam adalah risalah total bagi manusia secara total sebagai insan kamil, yaitu sisi ruhani, akal, jasmani, kemauan, kecenderungan, naluri, instink, maupun segala yang melingkupi dalam kehidupan manusia.

Islam adalah risalah bagi manusia secara total dalam semua fase kehidupan, sejak masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan sampai tua dan mati. Sejak sebelum hidup maupun setelah mati.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s