Membangun Kesabaran, Meraih Kemenangan

Allah Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang” (Al-mu’minun: 111).

Allah menyebutkan kata-kata sabar dalam Al-Qur’an di sembilan puluh tempat, dengan berbagai variasinya.

Urgensi Sabar

  1. Sabar sangat terkait erat dengan kemenangan (Al-Mu’minun: 111).
  2. Allah senantiasa menyertai orang-orang yang sabar. Allah Azza wa Jalla berfirman, “...dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Anfal: 46).
  3. Sabar merupakan prasyarat untuk laik menjadi pemimpin. Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka sabar dan selalu meyakini ayat-ayat Kami” (As-Sajadah: 24).
  4. Sabar dan taqwa, dua sejoli yang akan mampu meneguhkan diri dari berbagai tipu daya. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipudaya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan” (Ali-Imran: 120).
  5. Sabar dan taqwa kunci sukses. “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah waspada dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung” (Ali Imran: 120).
  6. Kegembiraan orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah: 155-157)


Macam-macam sabar

  1. Sabar yang berkaitan dengan fisik, misalnya ketabahan memikul beban berat dengan fisik, melakukan kerja berat dari berbagai ibadah dan sebagainya.
  2. Sabar berkaitan dengan psikis, yakni dalam menghadapi hal-hal yang diingini tabiat dan nafsu. Contohnya kesabaran perut dan nafsu kemaluan yang dikenal dengan iffah (menjaga diri dari hal-hal yang hina). Sabar dalam peperangan disebut syaja’ah (keberanian). Sabar dalam menahan amarah disebut hilm (kemurahan hati). Sabar dalam menghadapi kasus yang mengguncangkan yaitu sa’atu shadrin (lapang dada). Sabar dalam menyaksikan kelebihan duniawi disebut zuhud (menahan diri dari keduniawian dan meyakini bahwa yang disisi Allah-lah yang kekal abadi). Sabar dalam menyimpan rahasia disebut kitmanu sirrin (menyembunyikan rahasia). Dan sesungguhnya sabar ini begitu lekat dengan pribadi manusia pilihan. Seperti keberanian Khalid bin Walid, kitmanu sirrin Hudzaifah ibnul Yaman, zuhudnya Abu Dzar Al-Ghifari, dan masih banyak lainnya yang bisa kita baca dalam “karakteristik 60 sahabat“.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s