Memakmurkan Masjid

Menjadi sebuah keprihatinan bahwa umat Islam sangat suka untuk “membangun Masjid”, karena memahami salah satu sabda Rasulullah SAW yakni, “Man baana masjidan lillahi qad bannallaahu baitan lahu fil jannati… Barang siapa yang membangun masjid karena Allah maka Allah akan membangun bagi-nya sebuah rumah di surga.”

Namun tidak suka untuk memakmurkannya, tidak suka untuk menghidupkannya. Padahal nilai hikmah membangun masjid sesungguhnya bukan sekedar fisik, tetapi juga memanfaatkannya untuk pembinaan umat. Sebagaimana Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat (centre of developing people).

Maka bagi kaum muslimin dan muslimah masjid bukanlah sebatas untuk praktek ibadah ritual, seperti shalat saja. Tetapi bisa untuk aktivitas fikriyah, kajian ilmiah, sosial, da’wah, peningkatan kualitas ruhiyah, pendidikan sosial politik, kenegaraan dan kemasyarakatan sebagaimana masa Rasulullah, dan mengentaskan setiap permasalahan umat.

Diantara ciri-ciri para pemakmur masjid adalah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an, At-Taubah: 18,

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid hanyalah (mereka) yang beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat. Dan mereka tidak takut kecuali hanyalah kepada Allah…”

Jadi ciri-ciri tersebut adalah:

  • Iman kepada Allah dan hari akhir, tidak mempersekutukan Allah (QS At-Taubah: 17).
  • Menegakkan shalat dengan segala aspeknya.
  • Menunaikan zakat.
  • Independen (mandiri, istiqlal) yaitu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah.

Fadhilah memakmurkan masjid ini banyak sekali:

  • Mendapatkan perlindungan di hari kiamat. Yaitu orang (pemuda) yang senantiasa hatinya terkait dengan masjid.

“Ada tujuh golongan yang mendapat perlindungan di hari tiada lagi perlindungan kecuali perlindungan Allah, yaitu: Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam suasana ibadah kepada Allah, orang laki-laki yang hatinya terkait dengan masjid, dua orang yang laki-laki yang saling mencintai karena Allah berjumpa karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diinginkan seorang wanita yang cantik dan berkedudukan kemudian berkata “sesungguhnya aku takut kepada Allah”, seorang laki-laki yang bersedekah dengan shadaqah yang benar sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah di saat sendirian sehingga matanya sembab oleh air mata” (HR. Muslim)

  • Mendapat curahan rahmat
  • Mendapat penjagaan dari malaikat
  • Mendapat ketenangan, ketentraman (sakinah)
  • Memiliki ‘izzah (kemuliaan) (Al-Munafiqun: 8)

Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda’

“Jika suatu kaum berkumpul di rumah Allah, dengan mengkaji (membaca) kitab Allah dan mempelajari sesama mereka, maka turun kepada mereka sakinah (ketenangan, ketentraman), mereka diliputi oleh (hujan) rahmat dan dikelilingi (dijaga) oleh malaikat dan Allah membanggakan di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Maka untuk memakmurkan masjid bisa dirintis untuk mengadakan tilawah, tadarus, qiyamullail, khutbah atau ceramah yang bermutu dan terarah pada pembinaan umat, pembinaan akidah, ibadah, akhlaq moralitas umat, pembinaan wawasan berfikir serta sebagainya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s