Cara Menanamkan Hifdzul Qur’an

Cara menanamkan Hifdzul Qur’an:

  1. Tanamkan rasa cinta tilawah, untuk membaca Qur’an tiap hari, dan mengkhatamkan 30 juz.
  2. Menggalakkan lembaga pengajaran Al-Qur’an, tahfidz Qur’an dll.
  3. Menggalakkan musabaqah, qiyamullail, tasmi’ dan lain-lain.
  4. Memotivasi generasi Islam untuk hafidz Qur’an

Keuntungan Hifdzul Qur’an

  1. Aktivitas dakwah Islam akan lebih cepat memasyarakat di tengah umat. Karena Al-Qur’an adalah media dakwah yang paling mudah diterima.
  2. Meningkatkan kualitas ulama dan umat dimasa yang akan datang.
  3. Terkabulnya janji-janji Allah ketika umat telah akrab dan menyatu dengan Al-Qur’an.
  4. Makin makmurnya masjid-masjid Allah dengan bacaan Qur’an sehingga rahmat Islam makin tersebar luas.
  5. Terbentuknya kesadaran Qur’ani yang luas dari segala lapisan masyarakat sehingga sadar bahwa Al-Qur’an adalah sistem kehidupan yang selalu memandu seluruh aktivitas kehidupan.

Fadhilah Hifdzul Qur’an

Fadhilah dunia:

  1. Nikmat Rabbani dari Allah karena Ia senantiasa mengkaji, mendakwahkan, mengamalkan Qur’an. Sehingga secara terus-menerus terkondisi dengan naungan Qur’an (Ali Imran: 79).
  2. Berkah, kebaikan dan kenikmatan bagi para hufadz. “Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Muslim).
  3. Tasyrif nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW).

    Yang menjadi Imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya” (HR. Muslim).
  4. Hifdzul Qur’an adalah ciri orang yang diberi ilmu. “Sebenarnya Al-Qur’an adalah ayat-ayat yang nyata bagi orang-orang yang diberi ilmu. Dan tiada mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim” (Al-Ankabut: 49).
  5. Hufazh Al-Qur’an adalah keluarga Allah.
    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki dua keluarga diantara manusia. ‘Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “Para ahli (hufazh) Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya” (HR. Ahmad Majah).
  6. Menghormati hufazh berarti mengagungkan Allah.
    Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah, menghormati muslim, penghafal Qur’an yang tidak melampaui batas (dalam memahami dan mengamalkannya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan penguasa yang adil” (HR. Abu Dawud).

Fadhilah akhirat:

  1. Syafa’at di hari kiamat
    Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya (penghafalnya)” (HR. Muslim).
    Al-Qur’an ini sebagai hujjah (pembela) bagimu atau sebagai penuntut atasmu” (HR. Muslim).
  2. Meninggikan derajat manusia di jannah
    Rasulullah SAW bersabda, “Baca dan tartilkanlah sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al-Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kamu baca” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
  3. Bersama para malaikat yang mulia dan taat.
    Rasulullah SAW bersabda, “Dan perumpamaan orang-orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya, bersama para malaikat yang mulia dan taat” (Muttafaqqun ‘alaih).
  4. Tajul karomah (mahkota kemuliaan).
  5. Perdagangan yang tidak pernah rugi (Al-Fathir: 29-30).
  6. Pahala yang paling banyak.
    Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu hasanah (kebaikan), dan tiap hasanah itu dilipat-gandakan sepuluh kali Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf“.
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s