Menangisi Puasa dan Shalat

Mu’adzah al adawiyah saat hendak wafat beliau menangis kemudian tertawa, sehingga mereka yang berada di sekitar wanita ahli ibadah ini menanyakan hal itu,”Kenapa Anda menangis lalu tertawa?”

Mu’adzah Al Adawiyah pun menjawab,”Aku menangis karena aku ingat ketika aku tidak bisa lagi berpuasa, shalat dan berdizikir. Aku tertawa karena Abu Ash Shahba’ telah menjemputku di halaman rumah dengan dua pakaian hijau bersama sekumpulan yang tidak pernah aku saksikan di dunia, dan aku tertawa kepadanya”. (Shifat Ash Shafwah, 4/24)

Abu Ash Shahba’ adalah suami Mu’adzah Al Adawiyah yang juga merupakan ahli ibadah yang dibunuh beserta putra beliau. Sedangkan Mu’adzah sendiri adalah tabi’iyah yang bertemu dan meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anha dan guru bagi Imam Hasan Al Bashri.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s