Selalu Ada Mukjizat Dalam Hidup Ini

Seorang gadis delapan tahun mendapati saudaranya sakit dan karena orangtuanya sangat miskin, hanya mukjizatlah yang bisa menyelamatkan saudaranya itu. Ia lalu kosongkan uang dari celengannya, berjumlah satu Dollar dan sebelas sen, dan pergi ke toko terdekat untuk membeli mukjizat bagi saudaranya yang sakit. Penjaga toko sangat terharu tetapi menjawab kalau dia tidak menjual mukjizat di tokonya. Seorang pelanggan mendengar percakapan ini dan berkata kalau dia menjual mukjizat seharga uang yang dimiliki gadis kecil ini. Sang pelanggan adalah Dr. Carlton Amstrong, seorang ahli bedah syaraf, yang membantu menyelamatkan nyawa saudara gadis kecil itu tanpa bayaran sepeser pun. Hidup sejatinya adalah mukjizat yang luar biasa. Perhatikanlah hidup Anda, nafas yang terus berhembus, jantung yang setiap detik berdetak dan otak yang terus-menerus bekerja melahirkan sejumlah pikiran. Belum lagi organ-organ tubuh lainnya yang tak pernah istirahat menjalankan fungsinya. Semua itu pertanda bahwa mukjizat hadir dalam diri Anda. Tapi sayang kita semua hampir tak pernah merasakan hadirnya mukjizat itu, apalagi bersyukur, kecuali jika saat kita terbaring, tak berdaya di ranjang rumah sakit. Kadang Tuhan mengingatkan kita akan hadirnya mukjizat dengan cara di luar akal sehat kita. Lihatlah orang-orang yang selamat saat mengalami kecelakaan pesawat terbang yang merenggut ratusan jiwa. Atau simaklah kisah saudara sepupu istri saya yang pernah divonis oleh dokter tak akan bisa hamil lagi padahal ia dan suaminya sangat menginginkan anak lagi. Secara medis memang sulit bagi dia untuk hamil, karena beberapa tahun silam ia telah divasektomi. Akhirnya mereka kembalikan semua urusan kepada Sang Pencipta. Mereka memutuskan untuk beribadah umrah dan bermunajat di depan Multazam. Alhamdulillah, tiga bulan kemudian sang istri akhirnya positif hamil. Saya menganggap ini suatu mukjizat yang luar biasa! Saya yakin Anda pasti pernah mengalami hal-hal yang luar biasa dalam hidup Anda, dan itu membuat Anda sendiri terheran-heran. Lalu Anda pun berkata itu sebagai sebuah ”keajaiban,” atau malah kebetulan. Padahal, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini! Pertemuan Anda dengan pasangan Anda di suatu tempat misalnya, bisa jadi dianggap sebagai suatu kebetulan. Tapi bukankah dari pertemuan itu -saat ini- Anda telah dikarunai anak-anak yang sehat dan lucu? Bukan pula suatu kebetulan, jika saat ini Anda tengah membaca tulisan ini. Semua telah digerakkan oleh Allah swt, termasuk kehadiran saya melalui tulisan ini dalam ruang baca, ruang kerja atau ruang tidur Anda. Bagi saya ini adalah sebuah mukjizat, karena melalui tangan-Nya, Allah swt telah menggerakkan tangan saya menulis dan menumpahkan semua gagasan dan pikiran untuk berbagi kepada Anda. Selalu ada saja waktu dan ruang bagi kita untuk memperoleh mukjizat. Jika Anda membaca dengan seksama cerita gadis kecil di atas, Anda akan melihat betapa Allah swt telah membuka ruang hati tuan Amstrong untuk menolong gadis kecil tadi. Apakah kepergian si gadis kecil ke toko untuk membeli ”mukjizat” dapat dianggap sebagai suatu kebetulan sebagaimana Anda bertemu dengan suami atau istri Anda? Bukankah semuanya telah tercatat dalam Lauh Mahfudz? Saya yakin semuanya sudah tercatat dalam sebuah skenario gadang yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta. Demikian pula ketika Anda harus dilahirkan dari rahim seorang wanita yang menjadi ibu Anda, sebuah mukjizat ketika Anda tahu bahwa selama 9 bulan 10 hari Anda hidup dan bernafas melalui makanan dan pernafasan sang bunda. Tak perlu mengeluh dengan setiap kejadian yang Anda alami. Baik atau buruk, manis atau pahit, tertawa atau sedih, semuanya hanyalah permainan perasaan. Yakinlah bahwa tidak ada kesalahan dalam rencana Allah swt. Jika Allah menjawab doa Anda, Dia tengah meningkatkan iman Anda. Jika Dia menundanya, Dia tengah meningkatkan kesabaran Anda. Dan, jika Dia tidak menjawab, Dia punya sesuatu yang lebih baik untuk Anda. Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah swt berfirman, ”Barangsiapa tidak rela menerima hukum-Ku dan tidak bersabar dalam menghadapi ujian-Ku, maka hendaklah ia mencari Tuhan selain Aku.” Hr. Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, Abu Dawud, dan Asakir. Ketika seorang pencari Tuhan memahami bahwa semua ada dalam Allah dan tiada daya apa pun selain kepunyaan-Nya, maka ia sesungguhnya telah mencapai kemantapan. Ia sadar bahwa kekuatan yang ia sangka miliknya, sesungguhnya kepunyaan Allah; ia hanyalah sebuah tempat bagi manifestasi dan wadah Ilahiah. Seperti Nabi Ibahim as, ia mencapai tingkatan tawakal dan memahami bahwa semua yang terjadi berasal dari Allah. Demikian pula sebaliknya, jika ia sadar sepenuhnya bahwa musibah dan bencana yang menimpa dirinya merupakan langkah ujian dari Allah, maka ia pun tengah menapak ke jenjang tawakal. Ingatlah bahwa selalu ada mukjizat dalam hidup ini, karena Allah swt selalu bersama Anda, senantiasa beserta dan hadir dalam hati Anda. Jadilah seperti Nabi Ibrahim as yang berkata, ”Dialah yang menuntunku; Dia yang memberiku makan dan minum; Dia yang menyembuhkan kala aku sakit; dia yang mematikanku dan memberiku hidup lagi; Dialah, seperti yang sangat kuharapkan, yang akan mengampuni segala salahku pada Hari Perhitungan.” QS asy-Syu’araa [26]: 78-82. Desa Pamulang Barat Asfa Davy Bya

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s